kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Awali Tahun 2024, Japfa (JPFA) Kembali Ekspor Karkas Ayam ke Singapura


Jumat, 23 Februari 2024 / 13:33 WIB
Awali Tahun 2024, Japfa (JPFA) Kembali Ekspor Karkas Ayam ke Singapura
ILUSTRASI. Japfa (JPFA) kembali ekspor karkas ayam ke Singapura


Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melalui anak usahanya, PT Ciomas Adisatwa (Ciomas) kembali mencatatkan ekspor ke Singapura. Hampir sebanyak 50 ton karkas ayam dikirimkan dari Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) Ciomas di Pemalang, Jawa Tengah. 

Di tahun sebelumnya, JPFA berhasil memenuhi permintaan negara tersebut dengan mengirimkan karkas ayam dan ayam hidup (live bird), yang juga merupakan ekspor perdana live bird via laut.

Direktur JPFA mengungkapkan Harwanto, dengan hasil produksi yang dimiliki saat ini, JPFA tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar nasional, melainkan turut berkontribusi pada ketahanan pangan regional.

“Dengan adanya permintaan terus-menerus dari Singapura, menjadi bukti bahwa JPFA konsisten dalam menjaga mutu dan standar sesuai dengan standar keamanan pangan internasional. Hal ini sejalan dengan komitmen kami dalam menyediakan protein hewani yang berkualitas dan terjamin keterlacakannya,” ungkap Harwanto, dalam siaran pers, Jumat (23/2). 

Baca Juga: Laba Japfa Comfeed (JPFA) Merosot 34,37% di Kuartal III-2023, Cek Rekomendasi Analis

Dalam menghasilkan dan mendistribusikan produk-produknya, lanjut dia, JPFA menekankan pada kualitas dan keamanan pangan di seluruh rantai produksinya. 

Didukung oleh kemajuan teknologi, tenaga ahli produksi hingga langkah-langkah pemantauan kualitas yang ketat, memungkinkan JPFA memenuhi standar internasional dan memastikan ketersediaan produk unggas yang aman dan sehat.

Manajemen JPFA juga memastikan praktik peternakan yang bertanggungjawab serta mematuhi regulasi lingkungan yang ketat. 

Standar kelayakan ekspor dibuktikan dengan sejumlah sertifikasi baik lokal maupun internasional, seperti sertifikat kompartemen bebas Avian Influenza (AI), sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV), sertifikat produk halal, dan penerapan issue management mutu ISO 2200, Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), serta Food Safety System Certification (FSSC) 22000.

“Kami akan selalu berupaya untuk terus mengembangkan inovasi dan memperluas tujuan negara ekspor, sehingga produk kami dapat dinikmati oleh lebih banyak orang di berbagai belahan dunia. Kami optimistis dengan kualitas produk yang dimiliki, dan ke depannya kami akan menjalin kerjasama dengan negara-negara lainnya,” tutup Harwanto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×