Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan teknologi industri PT Metalogika Rekayasa Sistem (Metalogika) bekerja sama dengan perusahaan teknologi energi surya asal Swedia, Midsummer AB untuk mengembangkan fasilitas produksi sel surya film tipis (thin-film solar cells) dan modul fotovoltaik ringan di Indonesia.
Melalui kemitraan ini, Metalogika berencana membangun fasilitas produksi panel surya film tipis dan fleksibel di Indonesia dengan kapasitas awal sebesar 20 megawatt (MW) per tahun.
Fasilitas tersebut dirancang sebagai tahap awal pengembangan kapasitas manufaktur yang berpotensi ditingkatkan hingga 200 MW per tahun guna melayani pasar domestik maupun internasional.
Baca Juga: FOLK Masuk Bisnis Pendukung Data Center
Sebagai bagian dari kerja sama ini, Midsummer AB akan menyediakan teknologi, mesin, manufaktur, serta layanan teknis yang diperlukan untuk mendukung pembangunan dan operasional fasilitas produksi.
Kedua pihak juga disebut berencana membentuk sebuah perusahaan patungan (joint venture) BIPV OEM di Indonesia.
Pengadaan mesin akan dilakukan oleh perusahaan patungan setelah seluruh persyaratan yang disepakati terpenuhi, termasuk penyelesaian struktur investasi dan kerangka operasional proyek.
Fasilitas ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem manufaktur energi surya yang berkelanjutan di Indonesia.
Chief Executive Officer Midsummer AB Eric Jaremalm mengatakan, dengan langkah ini, pihaknya bertujuan menggabungkan pengalaman teknologi dan manufaktur Midsummer dengan kemampuan industrialisasi dan pemahaman pasar yang dimiliki Metalogika.
"Kami memulai dengan proyek manufaktur berkapasitas 20 MW sebagai fondasi bagi pengembangan yang lebih besar seiring pertumbuhan pasar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (10/9/2026).
Presiden Direktur PT Metalogika Rekayasa Sistem, Firrisky Nurtomo menambahkan, kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam membangun kapabilitas manufaktur energi surya berteknologi tinggi di Indonesia.
"Hal ini selaras dengan inisiatif program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan total kapasitas 100GWp yang baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto senilai US$ 73 miliar terutama di area pedalaman,” tambah Nurtomo.
Baca Juga: B50 Jangkau 6.050 SPBU, DPR Minta Penyaluran Diselesaikan Secara Tertib dan Merata
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














