kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.883   1,00   0,01%
  • IDX 6.298   -75,51   -1,18%
  • KOMPAS100 823   -12,20   -1,46%
  • LQ45 626   -7,82   -1,23%
  • ISSI 218   -2,30   -1,04%
  • IDX30 350   -4,32   -1,22%
  • IDXHIDIV20 426   -3,58   -0,83%
  • IDX80 94   -1,33   -1,40%
  • IDXV30 118   -0,80   -0,68%
  • IDXQ30 111   -1,04   -0,93%

Bahkan, Babi pun Menolak Beras yang Membusuk di Gudang


Rabu, 28 Juli 2010 / 13:43 WIB


Reporter: Femi Adi Soempeno,


MANILA. Filipina, negara pengimpor beras terbesar di dunia, kemungkinan harus mengurangi impor beras seiring dengan daya beli makanan yang menyusut yang tergiring ke arah utang; dan persediaan beras yang membusuk di gudang.

Lito Banayo dari The National Food Authority menyatakan, kemungkinan Filipina tidak bisa membayar utang tersebut. Hitung punya hitung, gelembung utang sudah membengkak menjadi lebih dari 170 miliar peso atau setara dengan US$ 3,7 miliar pada tahun ini; meningkat dari 45 miliar peso di tahun 2005. Peningkatan ini terjadi setelah Filipina mulai menggemukkan impor berasnya.

Kontrak beras di Chicago terjungkal 4,2% menjadi US$ 9,745 per 100 pounds kemarin; sebelum akhirnya ditutup di level US$ 10,01 per 100 pounds.

Sementara itu, persediaan beras di gudang Filipina mulai membusuk lantaran pemerintah gagal menjual stok beras tersebut. Banayo berkelakar, bahkan babi pun bakal menolak beras itu. Itu sebabnya, kemungkinan pemerintah akan mulai mengurangi bujet impor berasnya.

**Beras Filipina

Area (juta hektare):
2008/2009 4,53
2009/2010 4,4
2010/2011 4,45

Yield (ton per hektare):
2008/2009 3,77
2009/2010 3,52
2010/2011 3,85

Produksi (juta metrik ton):
2008/2009 10,75
2009/2010 9,76
2010/2011 10,80

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×