kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Banjir Barang Impor, Industri Tekstil Tak Berharap Ramadan Dongkrak Permintaan


Selasa, 05 Maret 2024 / 06:48 WIB
Banjir Barang Impor, Industri Tekstil Tak Berharap Ramadan Dongkrak Permintaan
ILUSTRASI. Pengusaha tekstil dan produk tekstil (TPT) pesimistis momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini bisa mendongkrak penjualan.


Reporter: Muhamad Aghasy Putra | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengusaha tekstil dan produk tekstil (TPT) pesimistis momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini bisa mendongkrak penjualan.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa mengatakan, industri TPT tidak berharap banyak dari momentum lebaran tahun ini. Banjir produk impor masih menjadi tantangan bagi industri TPT.

Jemmy menyebutkan pihaknya tengah menunggu pemberlakuannya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36/2023 tentang kebijakan dan pengaturan impor barang. Permendag ini ditetapkan pada 11 Desember 2023 lalu dan mulai diberlakukan 10 Maret 2024.

“Banyak yang meminta penundaan pelaksanaan Permendag Nomor 36/2023 ini.  API tetap meminta tidak ada penundaan,"  ujar Jemmy saat dihubungi Kontan pada Senin (04/03).

Baca Juga: Marak Impor Tekstil dan Baju Bekas, Begini Tanggapan Pan Brothers (PBRX)

Menurutnya, faktor utama yang membuat kelesuan industri tekstil ini adalah barang impor yang murah dan masif masuk ke Indonesia akibat kondisi global yang kurang baik.

“Masifnya barang tekstil murah ini membuat perusahaan produsen TPT terbesar di dunia seperti China ini mencari market yang lemah trade barrier-nya,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×