kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Banyak toko modern, pertanda standar hidup naik


Rabu, 05 Juni 2013 / 14:03 WIB
ILUSTRASI. Inilah Gejala Penyakit Maag yang Sering Diabaikan


Reporter: Oginawa R Prayogo

TANGERANG SELATAN. Maraknya pembangunan pusat perbelanjaan dan toko modern disebut sebagai indikator peningkatan standar hidup masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan saat melakukan dialog dengan beberapa asosiasi pengusaha di Summarecon Mall Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (5/6).

Dalam kunjungan tersebut, Gita berdialog dengan para perwakilan anggota dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Asosiasi Pemasok dan Anggota Forum Komunikasi Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Belanja & Toko Modern.

Gita menjelaskan bahwa pertumbuhan perdagangan modern didorong oleh urbanisasi, peningkatan pendapatan penduduk dan perubahan gaya hidup. Dia bilang pertumbuhan tersebut merupakan gambaran dari peningkatan standar hidup masyarakat.

"Perubahan gaya hidup konsumen disikapi oleh pengelola pusat belanja dengan melakukan perubahan konsep dan format toko sesuai dengan keinginan konsumen," ujar Gita.

Gita juga menyampaikan pusat belanja yang tergabung di APPBI mencapai 300 anggota di tahun 2012. Dari jumlah tersebut, 30% berada di Jakarta.

Sementara untuk gerai ritel modern yang tergabung dalam Aprindo sebanyak 20.000 gerai. Pertumbuhan gerai hipermarket sebesar 30%, supermarket tumbuh 7%, dan mini market tumbuh 15% per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×