kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Bapanas: Serapan Jagung Bulog Capai 30.000 Ton, Baru 3% dari Target Tahun Ini


Selasa, 20 Mei 2025 / 14:15 WIB
Diperbarui Selasa, 20 Mei 2025 / 14:17 WIB
Bapanas: Serapan Jagung Bulog Capai 30.000 Ton, Baru 3% dari Target Tahun Ini
ILUSTRASI. Serapan jagung yang dilakukan Bulog baru mencapai 30.000 ton atau 3% dari target yang ditetapkan 1 juta ton tahun ini. KONTAN/Muradi


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan serapan jagung yang dilakukan Bulog baru mencapai 30.000 ton atau 3% dari target yang ditetapkan 1 juta ton tahun ini. 

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyebut saat ini pemerintah terus melakukan persiapan serapan panen jagung yang akan berlangsung pada beberapa bulan ke depan terutama di sejumlah sentra seperti Gorontalo, Bima, Dompu dan Sumbawa. 

Persiapan yang dilakukan salah satunya adalah dengan melakukan rapat koordinasi harian maupun mingguan untuk mengurai jalanya keluar masuk truk pengangkut ribuan ton jagung yang masuk ke pabrik-pabrik penyimpan maupun pengolahan yang terpadu. 

Baca Juga: Pemerintah Bersiap Menyerap Hasil Panen Jagung

"Pasalnya puluhan truk pengangkut jagung akan masuk melalui pintu-pintu antrean panjang sehingga menyebabkan waktu proses distribusi yang cukup lama," kata Arief dalam keterangannya, Selasa (20/5). 

Adapun saat ini Arief mengatakan penyerapan jagung baru mencapai 3% dari total target yang ditetapkan pemerintah.

Untuk perlu keterlibatan banyak pihak terutama para kepala daerah yang memiliki sentra produksi jagung terbesar nasional. 

"Saya kira ini memang perlu didorong karena hari ini gudang Bulog penuh dengan beras 3,75 juta ton, bahkan sudah diupayakan gudang lainnya. Jadi mau tidak mau harus kita siapkan gudang untuk jagung,” jelasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×