kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

BBM naik, industri baja tak terdampak langsung


Senin, 10 November 2014 / 19:07 WIB
Kendaraan melintasi jalan tol fungsional Solo-Yogyakarta di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Indonesia Iron and Steel Industri Association (IISIA) mengatakan, kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak mempengaruhi industri baja secara langsung. Chairman IISIA Irvan Kamal Hakim mengatakan, kenaikkan harga BBM subsidi hanya terkena ke biaya logistik.

Sebabnya, industri besi dan baja sudah pakai BBM industri non subsidi. "Jadi kenanya tidak langsung," ujar Irvan pada Senin (10/11).

Namun ia tidak ingat berapa besar pos logistik di beban produksi perusahaan baja. Menurutnya energi yang diperlukan untuk produksi di industri baja adalah listrik dan batu bara.

Sebelumnya Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, kenaikkan BBM subsidi berpotensi meningkatkan beban produksi di industri manufaktur sebesar 4%. Kenaikan beban itu disebabkan karena peningkatan beban logistik, karena distribusinya masih pakai BBM non subsidi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×