kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

BBM naik, industri baja tak terdampak langsung


Senin, 10 November 2014 / 19:07 WIB
Kendaraan melintasi jalan tol fungsional Solo-Yogyakarta di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Indonesia Iron and Steel Industri Association (IISIA) mengatakan, kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak mempengaruhi industri baja secara langsung. Chairman IISIA Irvan Kamal Hakim mengatakan, kenaikkan harga BBM subsidi hanya terkena ke biaya logistik.

Sebabnya, industri besi dan baja sudah pakai BBM industri non subsidi. "Jadi kenanya tidak langsung," ujar Irvan pada Senin (10/11).

Namun ia tidak ingat berapa besar pos logistik di beban produksi perusahaan baja. Menurutnya energi yang diperlukan untuk produksi di industri baja adalah listrik dan batu bara.

Sebelumnya Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, kenaikkan BBM subsidi berpotensi meningkatkan beban produksi di industri manufaktur sebesar 4%. Kenaikan beban itu disebabkan karena peningkatan beban logistik, karena distribusinya masih pakai BBM non subsidi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×