kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Begini strategi Kino Indonesia menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah


Rabu, 04 Juli 2018 / 16:57 WIB
Begini strategi Kino Indonesia menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah
ILUSTRASI. Produk PT. Kino Indonesia


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kino Indonesia (KINO) memiliki upaya tersendiri untuk antisipasi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Langkah tersebut diupayakan melalui percepatan pembayaran kepada supplier.

Budi Muljono, Finance Corporate Division Head PT Kino Indonesia Tbk menyatakan, pelemahan rupiah terhadap dolar akan mempengaruhi perusahaan. Oleh sebab itu, perusaaan mencoba menyiasatinya dengan mempercepat pembayaran.

Menurut Budi dengan mempercepat pembayaran kepada supplier maka akan memberikan beberapa keuntungan. “Efeknya harga bahan baku lebih murah,” ujarnya kepada kontan.co.id, Rabu (4/7).

Dia menjelaskan, selama ini banyak perusahaan yang berpikir untuk memperlambat pembayaran, tetapi justru dengan percepatan pembayaran dapat menekan biaya bahan baku. “Kami melakukan negoisasi untuk percepatan pembayaran dengan syarat potongan harga. Akibatnya, dapat memangkas 2% hingga 3% biaya bahan baku,” jelasnya.

Apabila perusahaan kekurangan biaya karena melakukan pembayaran dengan cepat dapat diatasi pula dengan peminjaman bank. Budi menjelaskan, saat ini perusahan kena bunga dengan rate sekitar 9,1% per tahun atau 0,75% per bulannya. “Jadi kami bayar bunga 0,75% untuk mendapat penurunan harga atau efisiensi 2% hingga 3% atau bisa lebih tergantung negoisasi kepada supplier,” ujar Budi.

Saat ini, emiten dengan kode saham KINO di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu masih mencoba fokus pada penjualan konvensional dengan Jawa sebagai pusatnya. Hal tersebut diakuinya lantaran 2/3 penjualan berasal dari Pulau Jawa. 

Oleh sebab itu, perusahaan ini akan genjot penetrasi pasar dengan menambahkan 10 hingga 15 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia sampai akhir tahun nanti. “Kebanyakan akan di Jawa,” terang Budi.

Tercatat, saat ini KINO telah memiliki lebih dari 40 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dengan mayoritas berada di Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×