kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45891,33   -9,49   -1.05%
  • EMAS1.338.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Begini Tanggapan IdEA Soal Rencana Kenaikan Tarif Layanan Platform E-Commerce


Selasa, 23 April 2024 / 06:45 WIB
Begini Tanggapan IdEA Soal Rencana Kenaikan Tarif Layanan Platform E-Commerce
ILUSTRASI. Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) menuturkan bahwa kenaikan tarif layanan di beberapa platform ecommerce wajar dan perlu dilakukan. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/rwa.


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) menuturkan bahwa kenaikan tarif layanan di beberapa platform e-commerce wajar dan perlu dilakukan.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) Bima Laga menuturkan kenaikan biaya yang terjadi ini nantinya akan termanifestasi dalam layanan dan fitur yang lebih baik bagi penjual, tanpa membebani pembeli secara signifikan. 

"Kenaikan biaya layanan di beberapa platform ecommerce dilakukan karena platform butuh maintenance teknologi dan biaya ini tinggi sekali. Kenaikan biaya ini pun nantinya akan dikembalikan lagi pada penjual berupa kenyamanan usaha, kemudahan untuk dilihat pembeli, hingga kemudahan lakukan live, dan lainnya," urainya saat dihubungi oleh Kontan, Senin (22/4). 

Baca Juga: E-Commerce Ramai-ramai Naikkan Biaya Layanan Aplikasi, Begini Tanggapan Pengamat ICT

Dia melanjutkan, perusahaan berbasis teknologi seperti e-commerce harus terus menyesuaikan perkembangan teknologi yang terjadi tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Perkembangan yang terjadi pun biasanya terjadi dalam waktu yang cepat. 

Dia menambahkan, sama halnya dengan berjualan secara offline, pedagang perlu membayar sewa tempat. Dia mengatakan, para penjual atau seller, perlu menyesuaikan lagi harga jual yang akan dilempar ke pembeli dengan penambahan biaya platform ini. 

IdEA pun optimistis kenaikan biaya platform ini tidak akan serta merta membuat masyarakat meninggalkan gaya hidup berbelanja online sebab kenaikannya dirasakan tidak terlalu signifikan. 

"Jumlahnya mungkin tidak signifikan seperti penambahannya tidak mencapai Rp20.000 atau Rp50.000. Dari sisi pembeli, kenaikan ini pun selaras dengan kenaikan gaji yang terjadi tiap tahunnya. Sehingga dapat disimpulkan kembali bahwa kenaikan biaya layanan platform ini pastinya akan terjadi pada perbaikan pelayanan. Trennya setiap tahun seperti ini," tutupnya. 

Asal tahu saja, platform e-commerce di Tanah Air kompak menaikkan biaya aplikasi kepada seller atau penjual toko online. Terbaru, Tokopedia mengumumkan akan melakukan penyesuaian tarif kepada seller di platformnya per 1 Mei 2024. Langkah itu menyusul Shopee dan Lazada yang telah menaikkan biaya layanan pada akhir 2023, 

Baca Juga: Platform Marketplace Kerek Biaya Layanan, Begini Tanggapan Asosiasi UMKM Indonesia

Berdasarkan keterangan di dasboard seller Tokopedia, Selasa (16/4), penyesuaian tarif dilakukan kepada seller dengan level keanggotaan Power Merchant, Power Merchant Pro. Tokopedia membebankan besaran biaya layanan yang harus dibayar seller bervariasi mulai dari 2% hingga 6,5% dari harga produk yang dijual. 

Shopee di akhir tahun lalu telah menaikkan biaya admin penjual di lapaknya atau seller. Mengutip dari laman resmi Shopee, kenaikan admin itu akan berlaku untuk penjual kategori Non-Star atau Star+. Besaran biaya yang dikenakan kepada penjual mulai dari 3,5 persen hingga 8,5 persen. Lazada pun menyusul dengan mengumumkan kenaikan di pertengahan bulan Desember.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×