Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Yudho Winarto
Baca Juga: Eka Hospital jalin kerjasama dengan Alibaba Cloud
Ini lebih rendah dari Malaysia dan Thailand. "Jelas kita harus menambah kapasitas atau bed sehingga dapat memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berobat," ujar Rina.
Selain itu, Eka Hospital akan banyak berinvestasi pada kemampuan sumber daya manusia (SDM) khususnya untuk bagian-bagian khusus seperti perawat di ICU, dokter umum, dan staff laboratorium. Upaya ini harus dilakukan untuk membangun lingkungan kerja yang tahan disrupsi.
Tak hanya itu, Eka Hospital juga akan meningkatkan standard layanan melalui peningkatan kualitas klinik dan layanan. Upaya ini dimulai dari saat ini, Eka Hospital sudah memiliki robotic navigation untuk kondisi kelainan tulang belakang.
Pihaknya mengklaim, alat ini belum pernah ada di Indonesia dan Asia Tenggara. "Kami berinvestasi ke sana karena ingin masyarakat kembali percaya dengan kualitas layanan kesehatan di Indonesia," ujarnya.
Rani memberi pesan terhadap seluruh pihak yakni pemerintah dan pelaku usaha, bahwa Indonesia harus memiliki ekosistem layanan kesehatan yang saling mendukung. Dimulai dari health care provider, farmasi, life science, hingga payer seperti pemerintah, asuransi dan lembaga lainnya.
Baca Juga: Alibaba Cloud jalin kemitraan dengan 2 rumah sakit di Indonesia guna memerangi corona
Menurutnya, pihak payer punya peranan sangat penting dalam mengubah kebiasaan masyarakat. Dia berharap dengan terobosan yang dapat dilakukan pihak payer, bisa mendorong upaya preventif.
Pasalnya, jika dibandingkan dengan kondisi pasien yang sudah terlanjur sakit tentu membutuhkan biaya yang mahal untuk berobat.
"Maka dari itu, bagaimana kita semua dapat maju satu langkah sehingga bukan ke health care tapi kesehatan secara keseluruhan," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News