kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Benakat mengerem penambangan mangan


Senin, 02 Juli 2012 / 16:17 WIB
ILUSTRASI. Lavender


Reporter: Petrus Dabu |

JAKARTA. Meski sudah mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksploitasi mangan di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) menyatakan belum akan memulai kegiatan produksi. Tidak ada alasan yang jelas mengapa emiten dengan kode BIPI itu tidak melakukan kegiatan produksi mangan.

Sekretaris Perusahaan Benakat, Dina Andini Rohali hanya menjelaskan bahwa saat ini perusahaannya belum memprioritaskan bisnis di sektor pertambangan mangan. Padahal saat ini, melalui anak usahanya PT Nusa Energy Raya (NER), Benakat memiliki izin konsesi pertambangan mangan dengan luas area hingga 2.691 hektare yang berlokasi di Kabupaten Manggarai, NTT.

Dari lahan konsesi tersebut, NER telah melakukan eksplorasi di atas 173,1 hektare lahan dan telah ditingkatkan menjadi IUP operasi produksi. Hasil eksplorasi menemukan adanya kandungan mangan sebanyak 900.000 metrik ton.

Saat ini, kata Dina, perseroan tidak lagi aktif melakukan kegiatan pertambangan di lokasi tersebut. "Belum dilepas, tapi sudah tidak aktif lagi," ujarnya pekan lalu.

BIPI, kata dia saat ini masih fokus mengembangkan bisnis di lini produksi minyak dan gas bumi. "Kalau ada perpanjangan akan kami lakukan. Tapi fokus BIPI sekarang masih di gas bumi, mangan untuk sementara akan ditahan dulu," ujarnya.

Perlu diketahui, Benakat memang harus memikirkan matang-matang untuk terus melanjutkan kegiatan pertambangan di NTT. Pasalnya, aktivitas pertambangan di daerah itu memang mendapat penolakan yang cukup massif dari masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×