kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bermitra dengan East Ventures dan Living Lab, Aplikasi Social Bread Resmi Diluncurkan


Senin, 22 Januari 2024 / 20:35 WIB
Bermitra dengan East Ventures dan Living Lab, Aplikasi Social Bread Resmi Diluncurkan


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aplikasi Social Bread, sebuah marketplace yang menghubungkan Influencer dan Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui layanan digital resmi diluncurkan pada hari ini, Senin (22/01). 

Meski baru resmi diluncurkan, Social Bread telah ada sejak tahun 2020 dan tercatat telah mendukung lebih dari 1.000 UKM di wilayah Jabodetabek, Surabaya, dan kota-kota lain di Indonesia. Dan saat ini mengelola lebih dari 5.000 mitra pembuat konten terdaftar.

Terciptanya Social Bread terinspirasi dari banyaknya pemilik bisnis dan UKM di Indonesia yang masih kesulitan memanfaatkan media sosial untuk mengembangkan bisnis mereka karena terbatasnya sumber daya, keahlian, dan keterampilan untuk mengelola akun media sosial. 

Baca Juga: Apa Itu Influencer? Inilah Jenis, Cara Kerja, dan Contoh Influencer di Medsos

Edho Zell, Co-Founder dan Chief Executive Officer Social Bread mengatakan hingga saat ini saja, tidak semua UKM memiliki tim khusus atau dapat menyewa agen digital karena memerlukan anggaran investasi yang besar.

“Social Bread hadir untuk menghilangkan dua masalah utama tersebut dengan menyediakan aplikasi untuk menghubungkan UKM dengan influencer lokal dan pembuat konten. Sebelum memberikan rekomendasi, Social Bread akan mencoba menganalisis dan memahami tujuan atau kebutuhan UKM terkait,” ungkap Edho melalui keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Senin (22/01).

Hal ini memungkinkan Social Bread untuk memberikan rekomendasi berdasarkan industri UKM, jenis platform dan konten yang sesuai dengan audiens yang ditargetkan, dan bahkan jumlah pembuat konten atau pengikut untuk mencapai tujuan.

Setelah proses orientasi selesai, UKM akan terhubung dengan pembuat konten atau mitra pembuat konten yang ditunjuk di Social Bread. Mitra kreator tidak hanya berperan memproduksi konten berdasarkan arahan yang disepakati, namun juga mengelola akun media sosial UKM. 

Baca Juga: Musim Gugur Perusahaan Rintisan Masih Berlanjut

Hal ini memungkinkan pemilik bisnis untuk lebih fokus menjalankan atau mengembangkan bisnisnya dan membiarkan pembuat konten memaksimalkan potensi akun media sosial tersebut sepenuhnya.

Selain itu, perdagangan Live Shopping berkembang pesat di Indonesia dan telah menjadi kebutuhan di banyak usaha kecil. Social Bread juga memiliki fitur “Live shopping” untuk memenuhi kebutuhan mereka dan menghubungkan live streamer untuk mengelola live shopping mereka.

“Kami sangat senang telah secara resmi meluncurkan aplikasi Social Bread. Kami sangat yakin Social Bread adalah game changer dalam menyamakan kedudukan UKM, khususnya dalam memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pelanggan. Dengan pengalaman tim yang luas di industri digital, kami memberikan solusi menyeluruh bagi pemilik bisnis dengan harga yang kompetitif,” tambah Edho.

Senada dengan Edho, Herman Widjaja, Komisaris Social Bread mengatakan, peluncuran Social Bread secara resmi juga bisa dilakukan berkat kemitraan mereka dengan East Ventures dan Living Lab. 

“Bersama-sama, kita akan membangun platform teknologi yang berbeda untuk memungkinkan UKM kita tumbuh dan berkembang secara organik,” kata Herman. 

“Melalui aplikasi ini, Social Bread berharap mampu membantu lebih banyak lagi pemilik bisnis, dan UKM untuk berkembang dan memaksimalkan peluang mereka secara optimal,” tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×