kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Bisi International (BISI) Tumbuh Dobel Digit di Kuartal I-2026, Ini Pendorongnya


Minggu, 07 Juni 2026 / 15:00 WIB
Bisi International (BISI) Tumbuh Dobel Digit di Kuartal I-2026, Ini Pendorongnya
ILUSTRASI. PT BISI International Tbk (Dok/BISI)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bisi International Tbk (BISI) meraup pertumbuhan kinerja keuangan pada tiga bulan pertama tahun ini, baik dari top line maupun bottom line.

Menilik laporan keuangannya, pada kuartal I-2026, penjualan BISI mencapai Rp 387,08 miliar, meningkat 21,9% secara tahunan/year on year (YoY) dari Rp 317,39 miliar pada kuartal I-2025.

Pada periode tersebut, laba bersih BISI turut melonjak 58,2% yoy menjadi Rp 47 miliar dari Rp 29,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama Bisi International, Agus Saputra Wijaya mengatakan, peningkatan kinerja perusahaan pada kuartal I-2026 didorong oleh tingginya permintaan benih jagung hibrida, serta benih hortikultura untuk buah dan sayuran.

Baca Juga: Digitalisasi Layanan Kesehatan, RS Premier Jatinegara Kolaborasi dengan Inhealth

"Kenaikan harga dan volume penjualan pada lini produk agrokimia dan pupuk turut menjadi penyumbang margin yang signifikan," jelasnya kepada Kontan, Rabu (3/6/2026).

Selain itu, Agus menilai efisiensi beban operasional juga berperan membuat kinerja keuangan mereka tumbuh lebih optimal pada sisi bottom line.

Berdasarkan segmen usahanya, BISI mencatat agrokimia dan pupuk menjadi kontributor terbesar ke pendapatan perusahaan pada kuartal pertama tahun ini, yakni sebesar 51,5%.

Sementara itu, benih jagung berkontribusi sekitar 25,4%, disusul benih hortikultura yang menyumbang 18,6%, serta kontribusi segmen lainnya  sebanyak 4,39%.

 

Dengan capaian ini, Agus optimistis kinerja bisnis pihaknya masih mampu bertumbuh dua digit hingga akhir tahun.

"Perseroan memproyeksi pertumbuhan penjualan di kisaran 30-35% dari tahun sebelumnya, dan kenaikan laba bersih sekitar 28-33% selama setahun," imbuh Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×