kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Genjot Bisnis Ritel, Autopedia Sukses (ASLC) Bidik Kinerja Tumbuh Dobel Digit di 2026


Selasa, 19 Mei 2026 / 18:30 WIB
Genjot Bisnis Ritel, Autopedia Sukses (ASLC) Bidik Kinerja Tumbuh Dobel Digit di 2026
ILUSTRASI. PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) ingin memperkuat posisi di pasar mobil bekas


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan sebanyak double digit pada tahun ini. Untuk mencapainya, perusahaan mengoptimalkan bisnis ritel jual beli mobil bekas.

Manajemen ASLC mengungkapkan bahwa bisnis diler mobil bekas online-to-offline (O2O) perseroan melalui platform Caroline.id mencatatkan jumlah mobil terjual meningkat 25% year-on-year (yoy) ke 4.275 unit sepanjang 2025 dari 3.420 unit pada 2024.

Direktur Utama ASLC, Jany Candra menilai bahwa pertumbuhan penjualan ini berkat variasi produk yang makin luars, lokasi cabang yang strategis, serta sistem O2O yang efektif.

Baca Juga: Ini Strategi Trans Power (TPMA) Mitigasi Efek Pemangkasan Produksi Batubara pada 2026

Hingga saat ini, Jany bilang bisnis Caroline.id belum berkontribusi sebesar lini bisnis lelang. Dus, perusahaan akan mengoptimalkan potensi Caroline.id ke depan.

Berbeda dengan bisnis lelang, Caroline.id sebagai segmen ritel perseroan dipandang masih punya ruang luas untuk menopang pertumbuhan jangka banyak. 

"Jadi, mau industri naik atau turun, Caroline.id masih ada peluang besar untuk terus tumbuh. Jumlah customer yang masuk ke website kami, yang datang ke cabang kami, terus meningkat," terang Jany.

Itu sebabnya, dia optimistis Caroline.id kuartal kedua dan kuartal ketiga bakal mendulang pertumbuhan permintaan.

Terutama, kata Jany, seiring dengan bisnis lelang yang cukup terpengaruh ol dinamika industri, dengan kontribusi yang sudah cukup signifikan ke kinerja ASLC.

 

"Market share-nya kami di bisnis lelang ini sudah sangat besar, 40%. Jadi, otomatis pendapatan kami akan terpengaruh oleh perkembangan industri," kata Jany dalam paparan publik virtual, Selasa (19/5/2026). 

Ia menambahkan, salah satu sumber pasokan mobil lelang terbesar perseroan berasal dari industri pembiayaan. 

Namun, sejak tahun lalu, perseroan mencermati sektor tersebut mulai menurun, seiring meningkatnya kehati-hatian perusahaan pembiayaan di tengah kenaikan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL).

“Hal itu terlihat dari berkurangnya jumlah mobil yang ditarik di proses lelang, sehingga supply ikut menurun,” ujar Jany.

Di sisi lain, Jany mengungkap pihaknya juga melihat peluang dari ketidakpastian global yang turut memicu daya beli tertekan. Keraguan masyarakat untuk belanja, menurut dia, berpotensi membuat mobil bekas jadi barang substitusi yang dilirik.

"Karena kalau beli mobil bekas, kalau ada keraguan ke mobil baru, menjual dalam 1-2 tahun kan pasti dampak kerugian finansialnya lebih besar daripada hanya membeli mobil bekas," jelasnya.

Tak hanya itu, ASLC juga mendulang untung dari meningkatnya tren pergantian ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV),

"Perpindahan mobil ke EV ini menyebabkan ada kebutuhan untuk menjual mobil bekas. Caroline.id memberikan dua layanan, untuk membeli dan menjual mobil bekas," imbuh Jany.

Baca Juga: Catat! MRT Jakarta Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Harmoni Mulai 25 Mei 2026

Adapun tahun ini, ASLC menggelontorkan belanja modal atau capex sebesar Rp 15-20 miliar untuk menambah 2-3 jaringan showroom Caroline.id tahun ini. Dana ini juga bakal dipakai perusahaan untuk merelokasi cabang yang dinilai kurang strategis.

Berdasarkan laporan keuangannya, pada kuartal I-2026, ASLC membukukan pendapatan sebesar Rp 283,6 miliar, tumbuh 27,4% year on year (yoy) dari Rp 222,5 pada periode yang sama tahun lalu.

Namun, dari bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot 42,5% yoy ke Rp 7,07 miliar dari Rp 12,31 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×