kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Bisnis e-commerce semakin kinclong


Jumat, 27 Oktober 2017 / 10:19 WIB


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Para pebisnis e-commerce optimistis laju bisnis belanja daring lokal masih seusai dengan proyeksi awal. Ini setelah melihat proyeksi hasil di kuartal III tahun ini.

Bima Laga, Kepala Divisi Pajak, Infrastruktur dan Keamanan Siber Indonesia E-comerce Association (idEA), memastikan nilai transaksi e-commerce di pasar lokal di periode tersebut melonjak dibanding periode serupa tahun lalu. Sayang, Bima belum merinci nilai transaksi tersebut. "Besarannya masih menunggu data yang tengah dihimpun idEA dan BPS, proyeksinya hingga akhir tahun bakal terus melonjak," katanya kepada KONTAN, usai acara diskusi Tren Gaya Hidup Digital, Kamis (26/10).

Di periode tersebut, hampir semua sektor bisnis online tumbuh secara merata. Adapun untuk produk fesyen dan makanan dan minuman juga mengalami lonjakan transaksi. Namun, Bima tidak merinci besaran nilai transaksi itu.

Kalau betul idEA berharap nilai transaksi e-commerce lokal sampai akhir tahun ini bisa tumbuh minimal 30%, maka nilai bisnis e-commerce domestik bisa tembus US$ 7,28 miliar. Dan angka tersebut dipastikan bakal terus tumbuh dari tahun ke tahun.

Ini tidak terlepas dari penetrasi internet dan pengguna gadget di Indonesia yang makin membuncah. idEA mencatat, tahun ini saja pengguna internet sudah mencapai 51% dari total penduduk Indonesia yakni mencapai 132 juta pengguna.

Makanya, CEO Tokopedia William Tanuwijaya optimistis nilai transaksi bisnis e-commerce di Indonesia bakal melonjak dalam beberapa tahun ke depan. Kalau tahun lalu, dari total transaksi pembayaran ritel yang ada, transaksi online baru 1% saja, maka dalam beberapa tahun ke depan, khususnya empat sampai lima tahun bisa tembus 10% dari total transaksi ritel.

Apalagi, infrastruktur untuk memudahkan langkah bisnis online makin berkembang saat ini. Mulai dari ragam sistem pembayaran online hingga perkembangan bisnis kurir dan logistik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×