kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Tokopedia meramal e-commerce melesat 5 tahun lagi


Kamis, 26 Oktober 2017 / 22:08 WIB


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Chief Executive Officer Tokopedia William Tanuwijaya menemukan fakta yang menarik antara e-commerce Indonesia dengan China.

Bisnis pasar digital terus berkembang seiring dengan perkembangan digital serta penetrasi ponsel dan internet di Indonesia.

Pada 2016, dengan pendapatan bruto domestik (PDB) Indonesia sebanyak US$ 3.500, transaksi online baru 1% dibanding penjualan retail secara keseluruhan. Artinya dalam 100 transaksi, terjadi satu kali di online.

William mengatakan di China pada 2008 PDB Cina juga sebanyak US$ 3.500. Begitu pula kontribusi transaksi online terhadap total transaksi ritel di sana sekitar 1%.

Dari titik tersebut Tiongkok hanya membutuhkan waktu lima tahun. Pada 2013 kontribusi transaksi online ritel di Cina sudah mencapai 10%. Sedangkan saat ini Cina sudah mencapai 18%.

"Berarti China membutuhkan 5 tahun mencapai 1 dari 10 transaksi dilakukan secara online. Menurut pikir saya Indonesia bisa lebih. Karena 2008 di China belum memiliki 3G dan 4G yang sangat murah, mereka masih menggunakan internet via Sedangkan Indonesia pada 2016 sudah terkoneksi dengan internet," terang William pada Diskusi Tren Gaya Hidup Digital pada Kamis (26/10) di Jakarta.

Bahkan William mengatakan bila infrastruktur logistik dan pembayaran mendukung maka dalam waktu 4-5 tahun ke depan Indonesia bisa mengikuti tren penjualan online yang sama dengan China.

"Bila ini terjadi maka akan mendukung brand Indonesia. Sebab brand di China tumbuh begitu cepat hingga IPO menjadi perusahaan publik setelah go-online yang awalnya dijajakan oleh marketplace yang ada. Begitu pun di Indonesia dengan pasardigital mereka bisa mengembangkan pasar mereka," kata William.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×