kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Bisnis Parkir Makin Ramai, Centrepark dan Secure Parking Perluas Jaringan


Minggu, 23 Agustus 2026 / 13:21 WIB
Bisnis Parkir Makin Ramai, Centrepark dan Secure Parking Perluas Jaringan
ILUSTRASI. Industri Parkir Masuki Fase Transformasi, Secure Parking Siapkan Ekspansi Teknologi eNOS (KONTAN/Lydia Tesaloni)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan bisnis pengelolaan parkir di Indonesia semakin dinamis seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat. Sejumlah operator, seperti Centrepark dan Secure Parking, terus memperluas jaringan serta mengembangkan layanan berbasis teknologi.

Centrepark menjadi salah satu pemain utama dalam industri pengelolaan parkir nasional. Perusahaan mengelola lebih dari 800 lokasi parkir yang tersebar di lebih dari 60 kota di Indonesia.

Selain itu, Centrepark mengelola lebih dari 300.000 ruang parkir dan melayani sekitar 350 juta transaksi parkir per tahun.

Head of Marketing Communication Centrepark, Prima Diani mengatakan, persaingan operator parkir saat ini cukup dinamis. Pemilik properti semakin mempertimbangkan kemampuan operator dalam menggabungkan pelayanan, operasional, teknologi, dan pelaporan data.

“Pemilik properti kini membutuhkan mitra yang dapat memberikan pelayanan baik, sistem yang andal, data operasional yang akurat, serta teknologi yang dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing lokasi,” ujar Prima kepada KONTAN, Sabtu (22/8/2026).

Baca Juga: Bisnis Parkir Perkotaan Masih Prospektif, Inovasi Jadi Kunci

Menurut Prima, Centrepark juga terus mengembangkan digitalisasi layanan. Pengembangan mencakup pembayaran non-tunai, License Plate Recognition (LPR), sistem pemantauan operasional, serta berbagai bentuk otomatisasi parkir.

Di sisi lain, Secure Parking Indonesia juga memiliki jaringan pengelolaan parkir yang luas. Managing Director Secure Parking Indonesia Rustam Rachmat mengatakan, perusahaan saat ini mengelola sekitar 1.700 titik parkir di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga Juli 2026, Rustam menyebut Secure Parking telah menambah sekitar 117-118 lokasi baru. Perusahaan juga melayani berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil, motor, bus, truk hingga trailer.

Rustam menyebut total kendaraan yang dilayani Secure Parking mencapai hampir 2 juta kendaraan per hari. Segmen yang dilayani mencakup pusat perbelanjaan, perkantoran, hotel, kawasan hiburan, convention center hingga sejumlah fasilitas transportasi.

“Secara total, mobil, motor, bus, truk, trailer secara total kalau lebih kurang kita memarkir hampir 2 juta kendaraan sehari,” kata Rustam dalam media site visit di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Centrepark dan Secure Parking sama-sama memiliki jaringan pengelolaan parkir yang luas. Namun, data jumlah lokasi kedua perusahaan menggunakan istilah dan cakupan yang berbeda sehingga belum dapat digunakan untuk menghitung pangsa pasar masing-masing operator.

Baca Juga: Centrepark Optimistis Bisnis Parkir Tetap Positif hingga Akhir 2026

Pengamat transportasi Djoko menilai bisnis parkir perkotaan masih memiliki prospek karena penggunaan kendaraan pribadi tetap tinggi. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap lahan dan layanan parkir masih terbuka.

“Bisnis parkir perkotaan masih subur. Parkir mahal pun orang masih mau, karena angkutan pribadi masih menjadi simbol,” kata Djoko baru-baru ini.

Menurut Djoko, persaingan operator ke depan tidak hanya ditentukan oleh jumlah lokasi. Operator juga perlu memberikan kepastian, keamanan, kenyamanan, dan inovasi bagi pengguna.

“Yang jelas kalau parkir di tempat-tempat tertutup atau off-street itu kepastian dan kenyamanan bagi pengguna kendaraan menjadi hal penting,” ujarnya.

Dalam menghadapi persaingan, kedua operator juga mengembangkan teknologi untuk mendukung operasional. Secure Parking mengembangkan Flaplock, Epsilon Parking System (EPS), eNOS berbasis LPR, serta sistem penghitung kapasitas parkir.

Sementara itu, Centrepark mengembangkan pembayaran non-tunai, LPR, pemantauan operasional, serta berbagai bentuk otomatisasi parkir.

Besarnya jaringan kedua operator menunjukkan skala bisnis pengelolaan parkir yang cukup besar. Namun, belum tersedia data pangsa pasar nasional yang dapat memastikan satu operator sebagai penguasa pasar.

Baca Juga: Secure Parking Kelola 117 Lokasi Baru hingga Juli 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×