Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Securindo Packatama Indonesia atau Secure Parking Indonesia (SPI), terus memperluas jaringan bisnis pada 2026. Hingga Juli 2026, perusahaan telah mengoperasikan sekitar 117-118 lokasi baru.
Managing Director Secure Parking Indonesia Rustam Rachmat mengatakan, tambahan lokasi tersebut merupakan bagian dari ekspansi SPI di berbagai wilayah Indonesia. Secara total, perusahaan kini mengelola sekitar 1.700 titik parkir.
“Secara Nusantara, sampai dengan Juli ini kita lebih kurang sudah mengoperasikan tempat baru sekitar 117-118 tempat,” kata Rustam dalam media site visit di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga: Secure Parking Kelola 1.700 Lokasi Parkir, Target Tumbuh 10% pada Tahun 2026
SPI menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 10% pada 2026. Namun, perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan dari penambahan jumlah titik parkir.
Rustam mengatakan, kualitas lokasi dan pelayanan juga menjadi perhatian dalam ekspansi. SPI akan memastikan lokasi baru tetap memenuhi standar operasional dan pelayanan perusahaan.
“Bukan hanya jumlah titik yang kita fokuskan. Kualitas dari titik-titik itu dan kualitas pelayanan kita,” ujarnya.
Dalam menentukan lokasi baru, SPI mempertimbangkan potensi pendapatan serta kondisi dan karakter properti. Untuk properti yang sudah beroperasi, potensi tersebut dapat dinilai melalui survei.
Baca Juga: Secure Parking Andalkan Teknologi EPS untuk Jaga Kelancaran Arus Kendaraan
Sementara untuk properti baru, SPI membuat proyeksi sebelum mengajukan proposal kerja sama kepada pemilik properti. Perusahaan juga dapat membantu mengoptimalkan alur kendaraan dan tata letak parkir.
Dari sisi investasi, kebutuhan setiap lokasi berbeda. Rustam menyebut investasi dapat berkisar mulai dari sekitar Rp500 juta untuk lokasi kecil, hingga Rp25-30 miliar untuk kawasan dengan kebutuhan fasilitas lebih besar.
Baca Juga: Secure Parking Proyeksikan Industri Parkir Tumbuh 10% di 2026, Ditopang Digitalisasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














