CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

BK CPO Mei 2011 turun jadi 17,5%


Kamis, 21 April 2011 / 17:21 WIB
ILUSTRASI. KSP Indosurya akan mencicil pembayaran setiap bulan dan semua bunga simpanan dihapuskan.


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Pemerintah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) Crude Palm Oil (CPO) untuk bulan periode bulan Mei sebesar US$ 1.145 per metrik ton. Angka ini turun 5,46% dibandingkan dengan harga yang dipatok pada bulan April yang mencapai US$ 1.207,53 per metrik ton.

"Hal ini disebabkan oleh turunnya harga ekspor CPO dipasar internasional. Sebab selama ini HPE yang dipasang berpedoman pada harga rata-rata internasional," jelas Deddy Saleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan.

Dengan HPE CPO yang dipatok sebesar itu, maka pemerintah menetapkan tarif bea keluar CPO juga diturunkan menjadi 17,5% dari BK bulan lalu sebesar 22,5%.

Penetapan bea keluar tersebut ditetapkan sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan Nomor 67/PMK.011/2010 tentang Penetapan Barang Ekspor Yang Dikenakan Bea Keluar Dan Tarif Bea Keluar.

Selain itu, Kementerian Perdagangan juga merilis aturan tentang HPE produk-produk turunan CPO. Misalnya, untuk biji kernel sebesar US$ 658 per meterik ton. Crude olein senilai US$ 1.148 per metrik ton, RBD palm olein sebesar US$ 1.150 per metrik ton.

Selain itu HPE crude stearin senilai US$ 1.105 per metrik ton, RBD palm olein dalam kemasan bermerek 25 kg sebesar US$ 1.150 per metrik ton, RBD palm kernel stearin US$ 2.141 per metrik ton, biodisel US$ 1.191 per meterik ton dan crude palm kernel oil (CPKO) US$ 1.787 per metrik ton. Aturan ini bakal berlaku selama periode Mei 2011.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×