Reporter: Zendy Pradana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Petroindo Raya (BP-AKR) turut mengungkapkan alasan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di saat harga minyak mentah dunia melonjak.
Manajemen BP-AKR menyatakan bahwa penyesuaian harga BBM saat ini tetap mempertimbangkan sejumlah faktor. Salah satu faktornya adalah fluktuasi harga minyak dunia.
"Dalam melakukan penyesuaian harga, perusahaan mempertimbangkan berbagai faktor, antara lain fluktuasi harga minyak dunia, kondisi pasar, serta kebijakan yang berlaku di sektor energi," ujarnya kepada Kontan, Senin (13/4/2026).
BP-AKR memilih tidak menaikkan harga BBM demi tetap menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku di Indonesia.
Baca Juga: SPBU BP-AKR Ikuti Regulasi Harga BBM, Antisipasi Fluktuasi Minyak Dunia
Maka itu, BP-AKR mengupayakan untuk tetap mengelola harga produk bahan bakar, serta menghormati kebijakan pemerintah dalam tata kelola sektor energi.
"Sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas energi nasional dan mendukung mobilitas masyarakat, BP-AKR terus mengelola operasional secara efisien dan prudent untuk memastikan keberlanjutan layanan bagi pelanggan," sambungnya.
Kemudian, BP-AKR turut mengapresiasi berbagai upaya yang terus dilakukan untuk menjaga akses energi bagi masyarakat.
"Kami percaya bahwa lingkungan kebijakan yang kondusif akan semakin memperkuat keberlanjutan operasional, sehingga seluruh pelaku industri dapat terus berkontribusi secara optimal," jelasnya.
Baca Juga: BBM untuk SPBU BP-AKR Aman, Pertamina Patra Niaga Tambah 130 Ribu Barel
Diketahui, harga minyak mentah global sudah tembus di atas US$ 100 per barel di awal pekan ini. Hal ini dikarenakan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) bersiap untuk memblokir kapal-kapal yang menuju dan dari Iran melalui Selat Hormuz.
Kemudian, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Juni 2026 menguat US$ 7,03 atau 7,4% menjadi US$ 102,23 per barel, setelah ditutup melemah 0,75% pada Jumat (10/4/2026).
Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Mei 2026 menguat US$ 7,31 atau 7,6% ke US$ 103,88 per barel, setelah ditutup turun 1,33% pada sesi sebelumnya.
Baca Juga: BP-AKR Ajukan Kuota Impor BBM 2026, Pemerintah Kaji Alokasi SPBU Swasta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













