kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

BPH Migas Bahas Pengalihan Hak Khusus Gas Pipa Pertamina


Rabu, 28 Januari 2009 / 16:32 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akan membahas status hak khusus gas pipa yang dipegang PT Pertamina (Persero).

Kepala BPH Migas Tubagus Haryono menjelaskan, beberapa waktu lalu BUMN perminyakan tersebut melaporkan telah menyerahkan pengelolaan bisnis gas kepada anak usahanya, PT Pertagas. Dengan menyerahkan pengelolaan itu, secara otomatis akan mengalihkan hak khusus penyaluran gas lewat pipa yang selama ini dipegang Pertamina.

"Padahal hak khusus itu tak bisa dialihkan ke pihak lain. Oleh sebab itu kami akan bahas untuk pemberian izin hak khusus kepada Pertagas," kata Tubagus usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (28/1).

Penyerahan hak khusus kepada Pertagas tersebut seharusnya setelah memenuhi beberapa persyaratan termasuk pemindahan aset Pertamina kepada anak usahanya itu. Karena kemampuan Pertagas jelas berbeda dengan Pertamina dalam pengelolaan gas.

"Kita juga hitung itu termasuk valuasi aset. Waktu menetapkan toll fee kan ada hitungan internal rate of return, lalu ada waited average cost of capital semua dihitung sehingga bisa diketahui berapa investasi dari biaya sendiri dan berapa dari pinjaman. Itu sekarang sedang diproses data-datanya," tambahnya. Sedangkan izin usaha Pertagas telah diperoleh dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral beberapa waktu lalu.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×