Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia selama periode libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Hingga 22 Maret 2026, ketahanan stok BBM nasional dinilai sangat memadai, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi.
Penyaluran BBM dari terminal milik Pertamina ke berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala berarti, sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM selama periode mudik dan Lebaran. Ia menegaskan pemerintah menjamin stok dan distribusi BBM tetap terjaga, sejalan dengan arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Baca Juga: Tiket Kereta Api Arus Balik Lebaran 2026 Ludes 93%, Okupansi Tembus 150%
“Distribusi BBM oleh Pertamina Patra Niaga terus dipantau untuk menjaga ketahanan pasokan. Monitoring kualitas juga dilakukan secara rutin dan hasilnya sesuai standar pemerintah. Kami mengapresiasi seluruh Perwira Pertamina yang siaga 24 jam untuk memastikan kelancaran distribusi,” ujar Fathul dalam keterangan resmi, Selasa (24/3/2026).
Selain pemantauan secara nasional, BPH Migas juga memastikan pasokan BBM di Pulau Kalimantan dalam kondisi aman. Khusus di Kalimantan Barat, suplai BBM ke SPBU ditingkatkan sejak malam takbiran pada 20 Maret 2026 sebagai tindak lanjut rapat koordinasi Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026.
Sejumlah SPBU di Kota Pontianak juga dioperasikan selama 24 jam guna mengurai antrean kendaraan. Berdasarkan pemantauan hingga 22 Maret 2026, antrean dilaporkan mulai berangsur normal.
Fathul menambahkan, langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kenyamanan masyarakat, terutama pada periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat Widhi Tri Adhi Hidayat menyampaikan bahwa penyaluran BBM di wilayah tersebut hingga 23 Maret 2026 secara umum berjalan aman dan lancar. Wilayah yang sebelumnya mengalami antrean panjang akibat lonjakan permintaan dan aksi panic buying kini mulai membaik.
“Kondisi antrean di berbagai SPBU di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya sudah normal. Di Kabupaten Mempawah, Singkawang, dan Bengkayang antrean masih dalam kategori sedang, sedangkan di Kabupaten Sambas dan Landak masih terus diupayakan penguraiannya,” kata Widhi.
Selama periode Satuan Tugas (Satgas) RAFI pada 9–22 Maret 2026, rata-rata penyaluran BBM di Kalimantan Barat tercatat mencapai 2.749 kiloliter (KL) per hari untuk bensin jenis Pertalite dan Pertamax Series. Angka tersebut meningkat 19,8% dibandingkan kondisi normal, dengan puncak kenaikan mencapai 54% pada 20 Maret.
Baca Juga: Total 158.508 Kecelakaan Lalu Lintas di 2025, Keselamatan Jalan Tak Hanya Saat Mudik
Adapun penyaluran solar tercatat rata-rata 1.420 KL per hari atau turun 3,7% dari kondisi normal, meski sempat mengalami kenaikan tertinggi hingga 20% pada 18 Maret. Untuk menjaga kelancaran distribusi, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menambah armada mobil tangki serta mengoperasikan Integrated Terminal Pontianak selama 24 jam.
Menjelang arus balik Lebaran, BPH Migas kembali mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Pertamina Delivery Service (PDS) 135 apabila membutuhkan BBM darurat selama perjalanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













