kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BPS: Usaha tanaman bawang merah boros di benih


Selasa, 23 Desember 2014 / 21:51 WIB
ILUSTRASI. Manfaat Minyak Kelapa untuk Rambut


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan total biaya produksi usaha tanaman bawang merah per satu hektar untuk sekali musim tanam yang dipanen sendiri, tahun 2014, mencapai Rp 67,2 juta.

“Biaya produksi usaha tanaman bawang merah yang paling besar itu ada pada biaya untuk benih sebesar 38,58% terhadap total pengeluaran,” sebut Kepala BPS, Suryamin, Selasa (23/12).

Selain itu, biaya produksi untuk upah pekerja dan sewa lahan juga relatif besar, yaitu masing-masing mencapai 30,29% dan 9,3%. “Nilai produksi per hektar per musim tanam sebesar Rp 77,2 juta,” imbuh dia.

Suryamin menuturkan, biaya produksi tanaman bawang merah yang ditanam pada musim kemarau sebesar Rp 64,6 juta. Sementara itu, biaya produksi tanaman bawang merah yang ditanam pada musim hujan mencapai Rp 72,2 juta. Perbedaan biaya produksi tersebut disebabkan oleh besarnya perbedaan pengeluaran untuk benih sebesar Rp 8,8 juta, sewa lahan sebesar Rp 1,6 juta, dan pestisida sebesar Rp 674.600.

“Biaya produksi terbesar pada musim kemarau dan musim hujan adalah biaya untuk benih, masing-masing sebesar Rp 22,9 juta (35,39%), dan Rp 31,7 juta (43,89%),” pungkas Suryamin. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×