Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan listrik mencapai 60% pada 2027. Asosiasi Industri Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) meminta roadmap tersebut disesuaikan dengan kesiapan industri.
Ketua Umum AISMOLI, Budi Setyadi mengatakan, industri motor listrik di Indonesia sudah cukup banyak dan mulai terbentuk. Anggota AISMOLI juga siap mendukung program pengembangan motor listrik nasional.
“Pada prinsipnya, anggota AISMOLI siap mendukung program pengembangan motor listrik nasional. Tinggal bagaimana pemerintah menetapkan kriteria, requirement, roadmap, serta dukungan kebijakan yang dibutuhkan agar industri dapat bergerak dalam arah yang sama,” ujar Budi kepada KONTAN, Rabu (9/9/2026).
Menurut Budi, pengembangan motor listrik nasional tidak semata-mata bergantung pada kondisi pasar saat ini. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kendaraan karya anak bangsa dan memperkuat industri nasional.
Baca Juga: AISMOLI: Insentif Motor Listrik Rp 3 Juta Kurang Efektif Jika Cair September
Pasar motor listrik saat ini masih terus bertumbuh. Namun, pelaku industri masih perlu memperbesar permintaan agar skala produksi dan industri komponen semakin kuat.
Tantangan lainnya berada pada rantai pasok. Sejumlah komponen utama belum sepenuhnya dapat diproduksi di dalam negeri secara kompetitif dari sisi skala dan harga.
Budi menilai program pemerintah dapat berperan sebagai pencipta permintaan. Peningkatan volume pasar nantinya dapat mendorong investasi dan lokalisasi komponen.
Selain memperkuat industri, pengembangan motor listrik juga berkaitan dengan ketahanan energi nasional. Penggunaan kendaraan listrik dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.
Baca Juga: Pemerintah Akan Merilis Motor Listrik Nasional, Aismoli: Regulasi Harus Sama
Karena itu, AISMOLI mendukung peningkatan TKDN. Namun, target lokalisasi harus diselaraskan dengan kemampuan industri komponen menyediakan produk berkualitas dan kompetitif.
“Jangan sampai target lokalisasi lebih cepat dibanding kemampuan supply chain untuk menyediakan komponen dengan kualitas, kapasitas, dan harga yang kompetitif,” katanya.
Budi mengatakan, pemerintah sebenarnya telah memiliki roadmap pengembangan komponen kendaraan listrik. Roadmap tersebut perlu dievaluasi kembali berdasarkan kondisi industri dan kesiapan rantai pasok saat ini.
Evaluasi juga diperlukan untuk melihat tahapan lokalisasi komponen. Jika terdapat kebutuhan penyesuaian, pemerintah dapat memperbarui roadmap tersebut.
Menurut Budi, kepastian kebijakan menjadi penting setelah roadmap ditetapkan. Komitmen, pembinaan, dan pengawasan diperlukan untuk memberikan kepastian bagi produsen dan investor.
Dengan kebijakan yang konsisten, industri diharapkan memiliki arah pengembangan yang lebih jelas. Kondisi tersebut dapat mempercepat investasi dan penguatan ekosistem motor listrik nasional.
Baca Juga: Insentif Motor Listrik Turun jadi Rp 3 juta Per Unit, Ini Respon Aismoli
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














