kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.783   -35,00   -0,21%
  • IDX 8.047   124,49   1,57%
  • KOMPAS100 1.126   18,02   1,63%
  • LQ45 818   11,61   1,44%
  • ISSI 285   6,90   2,48%
  • IDX30 428   7,25   1,72%
  • IDXHIDIV20 513   7,20   1,43%
  • IDX80 126   2,14   1,74%
  • IDXV30 140   4,18   3,09%
  • IDXQ30 139   1,46   1,07%

Bukit Asam (PTBA) Sambut Positif Kebijakan Pengenaan Royalti Nol Persen


Senin, 02 Januari 2023 / 19:02 WIB
Bukit Asam (PTBA) Sambut Positif Kebijakan Pengenaan Royalti Nol Persen
ILUSTRASI. Pekerja mengoperasikan alat berat saat bongkar muat batu bara ke dalam truk di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Priok, Kamis (3/2/2022).Bukit Asam (PTBA) sambut positif pengenaan royalti 0% dalam Perppu Cipta Kerja.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyambut positif kebijakan pemerintah untuk pengenaan royalti nol persen dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie mengatakan kehadiran insentif untuk proyek hilirisasi batubara diperlukan.

Untuk itu, PTBA pun siap mendukung kebijakan pemerintah khususnya yang  mendorong hilirisasi batubara.

Baca Juga: Resmi! Royalti Nol Persen untuk Perusahaan Batubara yang Lakukan Hilirisasi

"Beberapa kebijakan dan insentif Pemerintah sangat diperlukan guna terealisasinya Proyek ini termasuk Royalti 0% sebagaimana tertuang dalam Perppu Cipta Kerja," kata Andwie kepada Kontan, Senin (2/1).

Tercatat, PTBA kini tengah menggarap proyek hilirisasi coal to DME. Proyek yang akan mengolah 6 juta ton batubara per tahun ini akan menghasilkan 1,4 juta DME per tahun. Produk ini diyakini dapat menekan impor LPG sebesar 1 juta ton per tahun. 

Baca Juga: Sah, Perusahaan Batubara yang Lakukan Hilirisasi Dapat Insentif Tarif Royalti 0%

Proyek DME Bukit Asam bekerja sama dengan PT Pertamina dan Air Products and Chemical Inc di Tanjung Enim membutuhkan total investasi hingga US$ 2,1 miliar atau setara Rp 32,5 triliun (Kurs Rp 15.500 per dolar AS). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×