kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

BUMN didorong gunakan alternatif pendanaan di luar utang bank


Kamis, 21 Juni 2018 / 22:30 WIB
ILUSTRASI. PLTU Suralaya


Reporter: | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian BUMN terus mendorong perusahaan negara agar meningkatkan pendanaan, tak hanya melalui leveraging, tetapi juga alternatif lainnya. Beberapa pilihan yang bisa dilirik antara lain sekuritisasi aset, penjualan saham lewat initial public offering (IPO), IPO anak usaha, joint venture dengan swasta maupun korporasi global.

Pemerintah mencatat, sudah ada beberapa perusahaan menggunakan alternatif pendanaan ini. Misalnya, PT PLN melalui anak usahanya PT Indonesia Power (IP) menawarkan Efek Beragun Aset (EBA) Danareksa Indonesia Power PLN–1 dengan nilai maksimum Rp 4 triliun. 

PLN menjajal cara ini September lalu. "Aset dasar yang disekuritisasi adalah aset keuangan, berupa Piutang dari Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik PLTU Suralaya 1-7," ujar Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha di Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro pada Kontan, Kamis (21/6).

Dia menjelaskan, pada sekuritisasi aset, perusahaan tak perlu menjual asetnya, tapi potensi aset untuk menjadi pendapatan. 

Perusahaan lain yang menjajal sumber pendanaan alternatif lainnya adalah PT PP Tbk, lewat perpetual bonds senilai Rp 1 triliun. Obligasi perpetual merupakan surat utang tanpa jatuh tempo, sehingga kerap disebut sebagai obligasi abadi.

Meski mendorong BUMN untuk menggunakan sumber pendanaan alternatif, Kementerian BUMN selalu berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan. 

"Tentu kami selalu intens berkordinasi dengan Kementerian Keuangan guna mendorong BUMN untuk tumbuh sehat dan menjalankan tugas sebagai agen pembangunan dengan baik," kata Aloysius.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×