kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Butuh Rp 37 triliun untuk perbaiki angkutan umum


Jumat, 01 November 2013 / 11:21 WIB
Butuh Rp 37 triliun untuk perbaiki angkutan umum
ILUSTRASI. Minum Air Putih Secara Rutin, Yuk! Kenali 3 Manfaatnya untuk Kulit


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan membutuhkan anggaran sebesar Rp 37 triliun untuk memperbaiki sarana dan prasana angkutan umum khususnya angkutan darat. Rencananya anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi standar minimum pelayanan angkutan darat di kota-kota besar di Indonesia.

"Butuh dana sekitar Rp 30 sampai Rp 37 triliun membenahi sarana transportasi berbasis jalan di 86 kota besar Indonesia," ujar Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Jakarta, Kamis (31/10).

Bambang menjelaskan dari 86 kota tersebut terdapat 106 koridor. Dari 106 koridor tersebut dibutuhkan bus sekitar 28.620 unit. "Dari 86 kota besar, kota Jakarta yang paling banyak jumlah penduduknya lebih dari 9,5 juta menggunakan angkutan darat," jelas Bambang.

Melihat jumlah penduduk kota Jakarta yang besar, Bambang menjelaskan butuh sekitar 3.000 bus untuk 30 koridor. Selain butuh armada yang banyak, Bambang menilai  teknologi dan interaksi sosial online juga dibutuhkan.

"Dengan adanya teknologi dan interaksi sosial online, transportasi jadi lebih terkait satu sama lain dan harus responsif terhadap permintaan," ungkap Bambang. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media


[X]
×