kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Cadangan gas Kepodang akan habis, SKK Migas tunggu kesepakatan Saka dan Petronas`


Senin, 21 Oktober 2019 / 02:00 WIB


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

PGN pun telah mengajukan gugatan ke Arbitrase International Chambers of Commerce (ICC) atas kewajiban ship or pay sesuai dengan yang tertuang dalam Gas Transportation Agreement (GTA). "Sudah jalan di Singapura. (Besarannya) sebanyak yang belum dibayarkan," ungkap Gigih.

Sebagai informasi, PGN terancam kehilangan laba bersih sekitar US$ 17,3 juta akibat berhentinya penyaluran gas dari Kepodang ke fasilitas pembangkit milik PLN.

Dalam siaran pers beberapa waktu lalu, PGN menjelaskan bahwa penghentian penyaluran pasokan gas dari Kepodang yang terletak di wilayah kerja Muriah yang dikelola oleh Petronas Carigali Muriah Ltd (PCML) diakibatkan berakhirnya Gas Sales Agreement antara PCML dan PLN.

Baca Juga: SKK Migas masih matangkan konsep clustering migas

WK Muriah dioperatori PCML dengan 80% hak partisipasi atau Participating Interest (PI) dan Saka Energi Muriah Ltd (SEML) yang merupakan anak perusahaan PT Saka Energi Indonesia dengan 20% PI.

Penyaluran gas ke Pembangkit Listrik Tambak Lorok selama ini dilakukan melalui jaringan pipa gas Kalija I yang dikelola oleh PT Kalimantan Jawa Gas. Penghentian pasokan gas sendiri telah dimulai sejak 23 September 2019 pukul 23.59 WIB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×