Reporter: Havid Vebri | Editor: Havid Vebri
Di sisi lain, Yusri juga menyoroti hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN (Persero) 2026 yang menunjuk Rakhmad Dewanto Haris J sebagai Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN.
Rakhmad sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), subholding PLN yang bertanggung jawab atas pengadaan dan pasokan energi primer seperti batu bara, gas, dan bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik.
Menurut Yusri, promosi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah munculnya isu gangguan pasokan energi primer yang disebut menjadi salah satu penyebab pemadaman listrik bergilir.
“PLN EPI bertanggung jawab atas ketersediaan batu bara, gas, dan BBM untuk pembangkit. Namun ketika terjadi persoalan pasokan yang berujung pada pemadaman, justru pejabat terkait mendapat promosi jabatan. Ini tentu menimbulkan pertanyaan publik,” ujarnya.
Yusri menilai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap pemadaman bergilir di Jawa, Madura, dan Bali adalah kegagalan dalam menjamin pasokan energi primer bagi pembangkit listrik.
“Kalau memang terjadi gangguan pasokan energi primer yang berdampak pada sistem kelistrikan nasional, maka perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan rantai pasok energi pembangkit,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














