Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) siap menjaminkan asetnya senilai Rp 300 miliar sebagai agunan pendamping sementara untuk kedua anak usahanya yaitu PT Samukti Karya Lestari dan PT Sukses Sawit Gasing.
Melansir keterbukaan informasi yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (14/10), setelah CSRA mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 November 2022, CSRA melakukan penjaminan aset sebagai agunan pendamping sementara untuk anak usaha yaitu PT Samukti Karya Lestari dan PT Sukses Sawit Gesing.
Sekretaris Perusahaan CSRA, Iqbal Prastowo menjelaskan, berdasarkan perjanjian kredit dengan Bank Mandiri, agunan pendamping sementara tersebut digunakan untuk menjamin fasilitas kredit yang diterima PT Samukti Karya Lestari dan PT Sukses Sawit Gasing dari Bank Mandiri. Ini karena aset kedua perusahaan belum dapat digunakan sebagai jaminan bank.
Baca Juga: Waspadai Fluktuasi Harga CPO di Semester II-2022, Begini Strategi Cisadane Sawit Raya
Dalam hal ini PT Samukti Karya Lestari akan mendapatkan pinjaman senilai Rp 185 miliar dan PT Sukses Sawit Gasing senilai Rp 115 miliar.
“Dana pinjaman ini nantinya akan digunakan untuk pembiayaan aset kebun berupa tanaman kelapa sawit termasuk sarana dan prasarananya serta takeover fasilitas kredit dari BRI dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Minggu (16/10).
Agunan pendamping sementara akan dilepas apabila aset kedua perusahaan sudah dapat digunakan. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam laporan Keuangan Audit Tahun 2021 Perseroan CALK 17 mengenai Entitas Anak Perseroan yaitu PT Samukti Karya Lestari dan PT Sukses Sawit Gasing.
Iqbal memaparkan, transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena CSRA merupakan pemegang saham dari PT Samukti Karya Lestari dan PT Sukses Sawit Gasing dengan kepemilikan saham 99,99%.
Dari segi kepengurusan, sebagian besar direksi dan komisari juga menjabat sebagai direksi di kedua perusahaan tersebut.
Selain itu, transaksi ini juga merupakan transaksi material karena transaksi ini senilai 38,40% dari total ekuitas CSRA.
Baca Juga: Cisadane Sawit Raya (CSRA) Proyeksikan Harga Sawit Masih Akan Tinggi Sepanjang 2022
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News