kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.890   20,00   0,11%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Cisadane Sawit Raya (CSRA) Optimistis Replanting Pohon Sawit Tak Ganggu Produksi


Senin, 20 Mei 2024 / 16:46 WIB
Cisadane Sawit Raya (CSRA) Optimistis Replanting Pohon Sawit Tak Ganggu Produksi
ILUSTRASI. CSRA dalam melakukan peremajaan pohon sawit dilakukan berdasarkan perhitungan yang matang


Reporter: Leni Wandira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Emiten perkebunan sawit, PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) tak memungkiri bahwa dengan melakukan program peremajaan sawit (PSR) atau replanting sawit dapat menurunkan produksi sawit.

Namun, Sekretaris Perusahaan PT Cisadane Sawit Raya Tbk Iqbal Prastowo optimis selagi replanting dilakukan dengan metode yang sesuai. Maka, hal itu tidak akan membuat menurunkan produksi sawit CSRA.

"Tentunya akan ada penurunan produksi namun bukan hal yang mengkhawatirkan bagi produktivitas perusahaan," ungkap Iqbal kepada Kontan, Senin (20/5).

Kata dia, CSRA dalam melakukan peremajaan pohon sawit dilakukan berdasarkan perhitungan yang matang. Sehingga, Perseroan tidak perlu mengkhawatirkan adanya penurunan produktivitas.

Baca Juga: Cisadane Sawit Raya (CSRA): Peremajaan Sawit Ideal Dilakukan Pada Usia 25 Tahun

"Perusahaan melakukannya dengan berbagai pertimbangan yang terukur," tegas dia.

CSRA pun dalam proses replanting sawit menerapkan tanam sisip. Yakni metode tanam ganda dengan pengaturan waktu tanam dan panen, tanaman kedua ditanam setelah tanaman pertama mencapai tahap reproduksi sebelum siap untuk dipanen.

Metode itu diyakini CSRA tidak dapat mengganggu proses produksi sawit Perseroan. "Tergantung proses replanting. bila tanam sisip, maka tidak mengganggu. Bila replanting total, maka tidak ada produksi karena harus land clearing," ungkapnya.

Iqbal melanjutkan bahwa replanting ideal dilakukan pada pohon sawit yang berusia 25 tahun. Pasalnya itu adalah usia produktif untuk pohon sawit.

 

Pasalnya, bahwa usia produktif tanaman sawit dengan pemupukan dan perawatan yang tepat adalah usia 8 - 25 tahun.

"Usia produktif tanaman sawit dengan pemupukan dan perawatan yg tepat adalah usia 8 - 25 tahun (prime productiin age), setelah usia tersebut produktivitas berangsur menurun," ujarnya.

Kendati di atas usia 25 tahun pun, pohon sawit masih bisa berproduksi. Asal dilakukan praktik agronomi yang baik, serta menggunakan bibit sawit yang unggul.

"Produksi saat di usia 25 tahun masih bagus bila dilakukan praktik agronomi yang baik, serta menggunakan bibit sawit yang unggul," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×