kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.093   13,00   0,07%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

CP Prima (CPRO) berencana memperluas bisnis pakan ke pet food


Kamis, 20 September 2018 / 13:15 WIB
ILUSTRASI. Tambak Udang CP Prima CPRO


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO), emiten yang banyak bergelut dalam bisnis pakan ikan, udang, burung, kelinci dan produk udang vaname dan olahan laut, berencana memperluas pasar ke bisnis makanan hewan peliharaan atau pet food anjing dan kucing. Rencana kerja ini disiapkan untuk tahun 2019 depan.

Direktur Utama CPRO Irwan Tirtariyadi menjelaskan, prospek bisnis pet food ini menimbang meningkatnya daya beli masyarakat dan tren kepemilikan hewan peliharaan domestik. "Targetnya middle class karena potensi pasar mereka bisa jadi salah satu pilar pertumbuhan depan," katanya, Rabu (19/9).

Irwan belum merinci anggaran maupun potensi pangsa pasarnya. Namun ia optimistis terhadap sektor tersebut karena beberapa merek pakan binatang dari CPRO sudah dipercaya masyarakat. Misalnya saja pakan burung merek Takari, Osaka, Sakura, Sankoi, CP Koi dan banyak lainnya. Kemudian secara umum, CPRO menyediakan pakan udang untuk tiga spesies berbeda dan pakan ikan untuk tujuh spesies berbeda.

Untuk saat ini, kapasitas produksi pakan CPRO mencapai 850.000 ton. Lokasi pabrik terdiri dari lima pabrik pakan ikan dengan kapasitas 660.000 ton dan tiga pabrik udang dengan kapasitas 235.000 ton. Estimasi volume sales tahunan dari pabrik ikan adalah 450.000 ton dan pakan udang sebesar 100.000 ton.

Adapun anggaran belanja modal tahun ini sebesar Rp 40 miliar telah terealisasi seluruhnya. Mayoritas atau sebanyak 95% digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi pakan apung untuk memenuhi permintaan petani ikan dan udang yang terus meningkat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×