kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.011   -6,00   -0,04%
  • IDX 7.112   20,44   0,29%
  • KOMPAS100 979   1,79   0,18%
  • LQ45 719   1,11   0,15%
  • ISSI 253   0,32   0,13%
  • IDX30 391   1,87   0,48%
  • IDXHIDIV20 491   1,25   0,26%
  • IDX80 111   0,32   0,29%
  • IDXV30 136   0,05   0,04%
  • IDXQ30 127   0,58   0,46%

CSIS: Pelemahan rupiah hanya akan berpengaruh pada komoditas pangan impor


Rabu, 25 Maret 2020 / 11:09 WIB
CSIS: Pelemahan rupiah hanya akan berpengaruh pada komoditas pangan impor
ILUSTRASI. Warga membeli kebutuhan bahan pangan di Pasar Palmerah, Minggu (22/3/2020). Peneliti CSIS menyebut tren pelemahan rupiah hanya akan berpengaruh pada komoditas pangan impor. KONTAN/Baihaki/22/3/2020


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Tendi Mahadi

"Kondisinya sejak periode itu selalu di atas inflasi inti. Hal ini ditengarai diakibatkan permasalahan suplai, seperti gagal panen karena curah hujan yang tinggi dan gangguan lainnya dari sisi suplai," paparnya.

Kemudian, apabila pelemahan nilai tukar rupiah ini terus berlangsung sampai dengan beberapa waktu ke depan, tentu ini bisa jadi ikut memengaruhi harga bahan pangan pokok non impor. Ini dikarenakan, harga bahan pangan atau bahan pokok, baik impor maupun non impor dipengaruhi oleh permintaan dan suplai.

Baca Juga: Pasokan makanan cukup, BI optimistis inflasi Maret 2020 sebesar 0,11%

Untuk mengantisipasi dampak negatif yang akan terjadi ke depannya, Fajar mengatakan pemerintah dapat melakukan beberapa cara. Contohnya, seperti melakukan operasi pasar melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Bulog.

"Pemerintah juga bisa memberikan subsidi dan bantuan sosial melalui bantuan pangan nontunai (BPNT) dan bantuan langsung tunai (BLT), bagi masyarakat yang rentan terkena imbas kenaikan harga pangan, yaitu masyarakat berpendapatan rendah atau miskin," kata Fajar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×