kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.491   -39,00   -0,22%
  • IDX 6.727   -131,62   -1,92%
  • KOMPAS100 895   -20,62   -2,25%
  • LQ45 659   -11,18   -1,67%
  • ISSI 243   -4,74   -1,91%
  • IDX30 372   -5,09   -1,35%
  • IDXHIDIV20 455   -6,00   -1,30%
  • IDX80 102   -1,97   -1,89%
  • IDXV30 130   -1,86   -1,42%
  • IDXQ30 119   -1,27   -1,05%

CT nilai penutupan pabrik SKT Sampoerna wajar


Selasa, 20 Mei 2014 / 11:52 WIB
ILUSTRASI. Saat ini BP Berau memiliki komitmen jual beli gas baik sektor domestik maupun ke luar negeri.


| Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung menilai penutupan dua pabrik sigaret kretek tangan (SKT) PT HM Sampoerna sebagai hal wajar. Pasalnya, pasar SKT di Indonesia sudah tidak ada. "Yang ditutup bukan pabrik A Mild, jadi tidak perlu dibesar-besarkan," papar CT di Kemenko, Senin (19/5).

CT menegaskan langkah penutupan bukan merupakan bentuk abai pemerintah terhadap industri. Selama suatu industri masih berpeluang berkembang di tanah air, Menko berjanji akan mendorong laju industri tersebut.

Sebagai langkah konkret, CT akan menemui Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) pekan depan untuk pemetaan masalah dan penentuan solusi. CT mengaku fokus menyelesaikan isu jangka pendek mengingat masa jabatannya terhitung cukup singkat, hanya 5 bulan.

Keputusan PT HM Sampoerna menutup pabrik dan memutus kerja dengan ribuan karyawan tersebut dinilai bisa dimaklumi. Sebab, langkah tersebut didasari modernisasi industri. "Kalau mesin lebih efisien, kita tidak bisa salahkan perusahaan," pungkas CT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×