kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Cukup bayar Rp 102 juta dapat apartemen 2 kamar di Royal Tajur Bogor


Jumat, 19 April 2019 / 08:19 WIB

Cukup bayar Rp 102 juta dapat apartemen 2 kamar di Royal Tajur Bogor

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tajur Surya Abadi menawarkan inovasi pembiayaan bagi pembeli Royal Heights Apartment di Bogor dengan hanya membayar Rp 102 juta sudah mendapatkan apartemen seharga Rp 570 juta.

Pengembang ini menyediakan opsi pembiayaan dengan pembiayaan dari hasil sewa apartemen yang dibeli konsumen, di mana pendapatan sewanya diperkirakan mencapai Rp 5 juta per bulan.


Skim pembiayaan ini menarik karena pembayaran Rp102 juta tersebut juga dilakukan dengan model cicilan sebesar Rp 4,2 juta per bulan selama 24 bulan ditambah dana booking fee sebesar Rp 5 juta.

“Skim pembiayaan ini untuk menarik pembeli dari kelompok investor yang ingin berinvestasi cerdas di properti resort. Mereka cukup mencicil Rp4,2 juta per bulan selama dua tahun, lalu nanti mereka bisa membayar sisa utangnya dengan pendapatan sewa unit apartemen yang mereka beli dengan perkiraan pendapatan sekitar Rp 5 juta per bulan,” kata Department Head Sales Royal Tajur, Frans Hartono dalam keterangan resminya, Kamis (18/4), di Bogor.

Saat ini pengembang yang mengelola perumahan Royal Tajur di Bogor itu telah menjual satu menara apartemen low-rise setinggi lima lantai dengan tingkat penjualan sudah mencapai 88%.

“Satu menara yang kami jual sudah terjual ke pasar end-user atau pemilik yang menghuni sebanyak 88%, nah sisanya kami mau tawarkan ke pembeli investor,” tutur Frans.

Program bayar Rp102 juta ini sudah mulai dipasarkan sejak Februari lalu dengan respon pasar yang cukup baik yang ditandai dengan terjual sebanyak 20 unit.

PT Tajur Surya Abadi tidak hanya menyediakan skim pembiayaan itu untuk tipe unit 2 kamar tidur tapi juga untuk unit satu kamar dengan besaran cicilannya Rp 2,9 juta per bulan dan uang booking fee sebesar Rp 5 juta.

Frans optimistis penjualan apartemen Royal Heights bisa terdongkrak dengan skim pembiayaan tersebut. Untuk pangsa pasar sewa Royal Heights, PT Tajur Surya Abadi membidik target pasar kalangan perguruan tinggi dan dari kalangan senior citizen, di mana tidak jauh (radius 900 meter) dari perumahan tersebut terdapat fasilitas Bogor Senior Hospital.

Selain Bogor, pasien rumah sakit untuk kaum manula ini juga banyak berasal dari kawasan Jakarta, Tangerang, Depok, dan Bekasi, bahkan dari kota-kota besar di Jawa, serta luar Pulau Jawa. Umumnya para senior yang diantar keluarga berobat itu sekitar 1 minggu, dan selama berobat itulah, keluarga mereka butuh penginapan.

Di samping kedua kelompok pasar ini, pangsa pasar potensial diyakini bakal menyerap semua unit yang dikembangkan di apartemen Royal Heights yang jumlah unit sangat berbatas adalah Mall Boxies 123, Transmart Tajur, dan Lippo Plaza.

Terkait dengan pengelolaan sewa apartemen tersebut, anak usaha Suryamas Group itu akan membentuk property agent dengan nama R Property. Perusahaan itu akan mengelola unit-unit Royal Heights untuk disewakan.

R Property ini bagian dari R Hotel yang mengelola hotel dan sewa hunian di Rancamaya dan Royal Tajur. Jadi nanti pembeli akan mendapatkan bagi hasil sewa dari unit yang mereka beli.

Royal Heights adalah proyek apartemen low-rise lima lantai yang dikembangkan di atas lahan seluas 5.415 m2 di dalam kawasan perumahan Royal Tajur.

Proyek apartemen lowrise ini saat ini dalam proses persiapan pembangunan dan ditargetkan rampung pada 2020.

“Kami sudah punya IMB-nya dan kami dalam proses pembangunan konstruksinya. Bangunannya harus kelar dibangun paling lambat Desember 2020, lalu enam bulan setelah itu akan diserah terimakan kepada pembeli,” ujar Frans

Frans mengatakan pihaknya juga lagi gencar menawarkan lahan kaveling dengan ukuran 300 m2 hingga 533 m2 untuk calon konsumen yang ingin membangun rumah sendiri di Royal Tajur.

Hal itu dilakukan lantaran banyak permintaan calon konsumen dari kalangan kelas menengah dengan daya beli Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 miliar yang ingin bangun rumah sendiri.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan


×