kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Dahlan hampir tarik ucapannya soal Blok Mahakam


Rabu, 30 Oktober 2013 / 10:44 WIB
ILUSTRASI. Gerai Alfamart di Cinere, Kamis (29/9). KONTAN/Baihaki/29/9/2016


Sumber: Kompas.co | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengaku hampir menarik ucapannya soal blok Mahakam. Ia mengaku pernah sangsi setelah mengeluarkan pernyataan bahwa PT Pertamina (Persero) mampu mengelola blok bekas Total E&P Indonesie itu. 

"Saya memang pernah mengatakan Mahakam harus dikelola Pertamina. Tapi dalam hati saya, jangan-jangan direksinya tidak mau, apa komisarisnya tidak mau. Apa direksinya mampu, apa komisarisnya mampu," ujar Dahlan dalam sambutannya dalam Annual Pertamina Quality Award 2013, di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (30/10/2013). 

"Kalau dia (Pertamina) bilang mampunya minoritas, berarti saya harus tarik ucapan saya. Tapi ternyata, dia confirm semuanya. Saya bangga sekali itu," lanjut Dahlan. 

Dalam kesempatan tersebut, Dahlan meminta manajemen Pertamina dari blok West Madura untuk naik panggung. Dahlan ingin membagi keberhasilan manajemenWest Madura Off-shore (WMO), yang sebelumnya diragukan oleh publik. 

"Anda telah beri keyakinan pada kita semua bahwa kita bisa. Sehingga terbantahkan isu tahun lalu, begitu dipegang Pertamina, West Madura lebih jelek," tutur mantan Dirut PLN itu. Nyatanya, ucap Dahlan, belum ada dua tahun WMO mengalami kemajuan amat besar. 

Lebih lanjut ia mengatakan, melihat kinerja manajemen Pertamina yang baik, bahkan sampai ke level bawah, Pertamina bisa tumbuh semakin baik. "Tugas saya ringan. Membentengi Pertamina dari intervensi apapun. Saya percaya penuh pada direksi dan komisaris Pertamina serta jajaran manajer," katanya. (Estu Suryowati/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×