kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Dahlan maklum Bulog lamban mengimpor daging


Rabu, 17 Juli 2013 / 18:23 WIB
ILUSTRASI. Ayam Wijen Jahe (dok/Unilever Food Solutions)


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memaklumi jika Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) lamban dalam mengurus impor daging sapi beku yang sudah ditugaskan pemerintah.

"Bulog harus cari dulu cold storage (ruang pendingin) dulu. Bulog merasa tidak salah. Intinya ini ruwet tidak bisa salahkan Bulog saja," jelas Dahlan Iskan, Menteri BUMN kepada wartawan di kantornya, Rabu (17/7).

Ruwet menurut Dahlan itu adalah, impor daging sapi harus menyesuaikan dengan kebijakan di instansi pemerintah, yakni Kementerian Pertanian dan juga Kementerian Perdagangan. Namun  begitu, Dahlan mengaku sudah menegur Kepala Bulog untuk memberikan penjelasan kenapa pengiriman daging sapi berjalan lamban.

"Saya harus betul-betul jernih melihat hal ini, siapa yang benar-benar salah. Kalau betul salah ada konsekuensinya," ujarnya. Konsekuensi yang dimaksud Dahlan itu, bisa saja berupa pergantian pejabat Kepala Bulog.

Sebagai informasi, Bulog mendapatkan izin kuota impor daging sebanyak 3.000 ton, dan saat ini perusahaan pelat merah itu baru bisa merealisasikannya sebesar 16,8 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×