kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.909   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

Dampak wabah virus corona, pelaku industri tekstil minta stimulus dari pemerintah


Senin, 23 Maret 2020 / 21:05 WIB
ILUSTRASI. Industri tekstil dan pakaian jadi


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo

“Karena percuma kalau cashflow-nya dibantu tapi marketnya tidak terproteksi, sebaliknya, perlindungan market untuk produk dalam negeri juga menjadi kurang efektif apabila arus kas perusahaan lemah,” terang Redma (23/03).

Meski bayang-bayang risiko ancaman PHK masih mengintai, API dan Apsyfi menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan kegiatan produksi secara optimal dan belum melakukan PHK dengan utilisasi produksi sejauh ini. 

Baca Juga: APSyFI: Pusat logistik berikat memuluskan impor dan tekan laju tindustri teksti

Meski tidak bisa dipukul rata, Jemmy mengungkapkan bahwa arus kas yang ada sementara ini masih bisa menunjang kegiatan produksi. Sayangnya, ia tidak merinci hingga kapan arus kas yang ada bisa menunjang kegiatan produksi di sektor TPT. 

Pun perihal potensi PHK, Jemmy tidak menyebutkan seberapa besar ancaman risiko PHK yang tengah membayangi industri TPT saat ini. “Kami menjadikan PHK sebagai opsi terakhir dalam mempertahankan usaha, sehingga kalau bertanya berapa angkanya kami tidak punya angka karena kami tidak menjadikan itu sebagai alternatif terakhir untuk menyelamatkan usaha,” ujar Jemmy (23/03).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×