kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%

Danantara Tunjuk PTPN I Membangun Pabrik Kelapa dan Pala Rp 640 Miliar


Rabu, 25 Maret 2026 / 19:12 WIB
Danantara Tunjuk PTPN I Membangun Pabrik Kelapa dan Pala Rp 640 Miliar
ILUSTRASI. Lahan PTPN I, kebun, Awaya, Maluku Tengah. (DOK/PalmCo)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program hilirisasi komoditas semakin progresif. Untuk komoditas kelapa dan pala, Danantara menugaskan PTPN I sebagai pelaksana operasional di lapangan.

Subholding Supporting Co pada holding Perkebunan Nusantara itu akan melakukan groundbreaking pembangunan pabrik kelapa terintegrasi senilai Rp 500 miliar dan pabrik pengolahan pala senilai Rp 140 miliar, Sabtu (28/3) mendatang. Peletakan batu pertama dijadwalkan akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto bersamaan dengan proyek hilirisasi lain di KEK Sei Mangkei, Sumatra Utara.

Selain komoditas kelapa dan pala, akan dilakukan peresmian program premejaan (replanting) kopi, lada, kakao dan jambu mete seluas 800.000 hektare (ha) di seluruh Indonesia. Program ini akan mendapat dukungan anggaran pemerintah sebesar Rp 9,9 triliun.

Dua proyek yang menjadi domain PTPN I adalah pabrik kelapa terintegrasi dan pabrik pengolahan pala akan dibangun di lahan seluas 11 ha di Kebun Awaya, Kabupaten Maluku Tengah.

Pabrik kelapa terintegrasi untuk memproduksi medium chain triglycerides (MCT), tepung kelapa dan arang aktif dengan kapasitas olah hingga 300.000 butir kelapa per hari. Sedangkan pabrik pengolahan pala fokus pada produksi oleoresin guna memenuhi standar tinggi pasar ekspor. 

Baca Juga: PTPN IV PalmCo Raup US$ 10,5 Juta dari Penjualan CPO Bersertifikasi RSPO

Kehadiran berbagai fasilitas manufaktur modern ini diproyeksikan tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas,  juga menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Hal ini sejalan  target penciptaan hingga 1,6 juta lapangan kerja baru secara nasional di sektor hilirisasi perkebunan dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas mengatakan, transformasi ini adalah langkah besar untuk mengangkat derajat ekonomi perkebunan rakyat yang selama ini didominasi 90% sektor agraris.

"Hilirisasi ini bukan sekadar mengejar nilai tambah produk, melainkan sebuah lompatan besar untuk menjadikan Indonesia sebagai adidaya agraris dunia. Ini juga menjadi mesin penggerak ekonomi bagi masyarakat di wilayah operasional PTPN I,” kata Teddy, dalam siaran pers, Rabu (25/3). 

Melalui sinergi bersama Danantara dan optimalisasi skema serjasama operasional (KSO), PTPN I hadir sebagai jembatan yang menghubungkan potensi besar petani lokal dengan teknologi industri modern serta akses luas ke pasar global. Untuk menjamin keberlanjutan operasional dan efisiensi, PTPN I mengedepankan opsi skema KSO bersama mitra strategis.

Skema ini memungkinkan transfer pengetahuan, penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, manajemen profesional, serta penguatan portofolio bisnis tanpa harus membebani investasi aset secara berlebihan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×