kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Tiktok Dorong Tren Makan Sehat


Jumat, 10 Juli 2026 / 15:30 WIB
Tiktok Dorong Tren Makan Sehat
ILUSTRASI. TikTok Shop by Tokopedia (Dok/TikTok Shop)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tiktok semakin menunjukkan perannya sebagai platform yang tidak hanya mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga menjadi media edukasi untuk mendorong pola makan sehat.

Teranyar, Tiktok meluncurkan Makan Dengan Makna, bagian dari inisiatif global The Main Ingredient yang hadir di Indonesia untuk mendorong pola makan dan gaya hidup sehat melalui inspirasi dari kreator, komunitas, dan bahan pangan lokal.

Didukung Kementerian Kesehatan, inisiatif ini diperkuat dengan donasi Tiktok sebesar US$ 200.000 kepada Foodbank of Indonesia untuk mendukung penyaluran lebih dari 80.000 makanan bergizi bagi masyarakat rentan.

Melalui kampanye Makan Lokal, Tiktok menggandeng kreator untuk menghadirkan sesi LIVE memasak yang mengeksplorasi kekayaan pangan lokal. Kampanye ini mengajak masyarakat melihat bahwa kebiasaan makan sehat dapat dimulai dari menu sederhana dengan bahan yang mudah ditemukan sehari-hari.

Baca Juga: TikTok GO Dorong Pertumbuhan Wisata dan Kuliner di Indonesia

Noudhy Valdryno, Head of Public Policy Tiktok Indonesia mengatakan, melalui Makan Dengan Makna, TikTok ingin memanfaatkan kekuatan penemuan (discovery) di Tiktok untuk membantu masyarakat menemukan inspirasi hidup sehat yang mudah diterapkan. 

“Bersama kreator, komunitas, Foodbank of Indonesia, dan dukungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kami berharap semakin banyak masyarakat dapat membangun kebiasaan makan sehat sekaligus mengapresiasi kekayaan pangan lokal Indonesia," ujar Noudhy dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026). 

Ia bilang, inisiatif ini hadir seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap konten makanan dan gaya hidup sehat di Tiktok. 

Tiktok memperkuat inisiatif Makan Dengan Makna melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk mendukung edukasi tentang gizi seimbang dan pola hidup sehat. Kolaborasi ini penting mengingat Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan 96,7% masyarakat Indonesia berusia di atas lima tahun belum memenuhi anjuran konsumsi buah dan sayur harian.

Melalui kemitraan ini, Tiktok berupaya melengkapi program pemerintah seperti Isi Piringku dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan memanfaatkan peran kreator dan platform digital dalam mendorong perubahan perilaku makan masyarakat.

Baca Juga: Pemerintah Menonaktifkan 4,7 Juta Akun Anak di Tiktok Hingga Youtube

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penyakit dengan angka kematian tertinggi di Indonesia, seperti stroke, penyakit jantung, kanker, dan penyakit ginjal, berkaitan erat dengan gaya hidup, terutama pola makan dan aktivitas fisik. 

Budi mengajak kreator Tiktok untuk ikut membangun tren positif terkait konsumsi makanan sehat. “Pola makan sehat harus menjadi tren yang memicu FOMO, bukan tren makanan tidak sehat yang berdampak buruk bagi masyarakat,” ujar Budi.

TikTok juga bermitra dengan Foodbank of Indonesia untuk memperluas dampak Makan Dengan Makna melalui edukasi mengenai gizi, pangan lokal, dan konsumsi pangan yang bertanggung jawab. TikTok akan mendukung kampanye Foodbank of Indonesia melalui kredit iklan serta kegiatan sukarelawan sepanjang 2026 yang melibatkan karyawan dan kreator.

Founder Foodbank of Indonesia Muhammad Hendro Utomo mengatakan kolaborasi ini menjadi peluang untuk mengoptimalkan potensi pangan lokal Indonesia. “Dengan ribuan varietas pangan lokal yang bergizi dan terjangkau, kita dapat mendorong pola makan sehat sekaligus mendukung kesejahteraan petani dan pelaku usaha kuliner mikro,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×