kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45839,62   -5,89   -0.70%
  • EMAS1.349.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Danareksa Gandeng CITIC dan SUEZ Bangun SPAM Bandung


Senin, 20 Mei 2024 / 22:43 WIB
 Danareksa Gandeng CITIC dan SUEZ Bangun SPAM Bandung
ILUSTRASI. Danareksa membentuk konsorsium dengan PT CITIC Envirotech Indonesia (CITIC) dan SUEZ (Singapore) Services Pte Ltd untuk menggarap SPAM Bandung. Penadantangan dilakukan pada perhelatan World Water Forum di Bali pada Senin (20/5/2024).


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danareksa membentuk konsorsium dengan PT CITIC Envirotech Indonesia (CITIC) dan SUEZ (Singapore) Services Pte Ltd untuk menggarap Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Bandung. 

Penandatangan pembentukan konsorsium tersebut dilakukan saat perhelatan World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali, disaksikan Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo dan Sekretaris Kementerian BUMN, Rabin Hattari.

Pembentukan konsorsium sebagai pemrakarsa SPAM Bandung ini merupakan langkah nyata  Indonesia Water Fund (IWF) yang didukung penuh oleh Pemerintah Kota Bandung dan Perumda Tirtawening.

Proyek SPAM tersebut mencakup pembangunan water treatment plan (wtp) yang diproyeksikan memiliki kapasitas 3.500 liter per detik. Sehingga nantinya dapat menambah lebih dari 130 ribu sambungan rumah baru di Kota Bandung dan memperluas cakupan air bersih bagi warga Kota Bandung.

Baca Juga: Bertemu Presiden Fiji, Presiden Jokowi Tekankan Tiga Hal Ini

“Danareksa berkomitmen dalam mendukung program pemerintah dalam percepatan akses air bersih,” kata Direktur Utama PT Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi, dalam keterangan resminya, Senin (20/5).

Untuk semakin memperkuat komitmen dalam implementasi IWF, Danareksa melakukan perpanjangan nota kesepahaman (MoU) IWF dengan PT CITIC Envirotech Indonesia dan SUEZ (Singapore) Services Pte. Ltd selaku mitra strategis terkait rencana kerjasama pembentukan dan investasi.

Kedua, melakukan penandatanganan Annex atas Heads of Agreement terkait pembangunan WWTP  berkapasitas 150 liter per detik di PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN). WWTP ini merupakan pilot project WWTP underground di Indonesia dengan benchmark WWTP underground milik CITIC di Guangzhou, Jianxi.

Ketiga, melakukan penadntangan MoU kerja sama dengan Konsultan Karya – CITIC. Ini kesepakatan awal antara CITIC dan Virama Karya untuk memperkuat kerjasama di wilayah kerja masing-masing. CITIC menunjuk Virama Karya sebagai konsultan rekanan terpilih untuk proyek-proyeknya di Indonesia.

Baca Juga: Indonesia Perjuangkan Empat Hal Pokok pada Perhelatan World Water Forum

Yadi menilai kerja sama itu sangat membantu IWF melalui Danareksa memberikan kontribusi penyediaan akses air di Indonesia. “Kerja sama ini diharapkan bisa memberikan transfer knowledge atau technology dalam pengelolaan air, untuk segera mewujudkan 15 juta sambungan rumah baru,” pungkas Yadi.

Sementara itu, Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodo mengatakan, pemerintah akan mendorong beberapa langkah untuk mengatasi permasalahan air bersih. Diantaranya membangun infrastruktur, pengelolaan Sumber Daya Air yang berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, dan terus membuka postensi kerja sama dengan sektor swasta. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×