kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Danayasa Arthatama masih cari mitra pengelola signature tower


Kamis, 21 Juni 2018 / 17:09 WIB
ILUSTRASI. Signature Tower


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Danayasa Arthatama Tbk (SCBD) melalui anak usahanya PT Grahamas Adisentosa masih terus berproses untuk bisa membangun proyek gedung tertinggi di Indonesia, Signature Tower. Proyek yang dirancang oleh SRSSA tersebut saat ini tengah dalam proses perizinan dan pengkanjian ulang terkait pendanaan.

Tony Soesanto, Direktur PT Grahamas Adisentosa mengatakan proyek ini terus berlanjut dan tengah berproses perizinan. “Tinggal perizinan yang terus kami godok, tidak ada masalah, cuma sesuai prosedur saja karena ini kan bangunan termasuk baru. 111 lantai jadi banyak studi baru dan kajian-kajian dari DKI untuk proyek ini,” ujarnya di Jakarta, Kamis (21/6).

Perusahaan saat ini juga tengah mencari mitra strategis untuk pengelolaan proyek yang nantinya akan terdapat apartemen, kantor, hotel dan pusat belanja tersebut. 
Sebelumnya, perusahaan sudah menandatangani perjanjian kerjasama dengan MGM Hospitality di Las Vegas pada tahun 2012 lalu, namun perusahaan masih mencari mitra lain. "Masih beberapa (pihak) juga kami masih diskusi, dengan MGM itu belum fix," lanjut Tony.

Kajian ulang mengenai proyek ini dilakukan agar proyeknya feasible untuk dilakukan, maklum investasi pembiayaan mencapai US$ 1,7 miliar. Perusahaan saat ini membuka opsi pendanaan tidak hanya dari sindikasi perbankan, melainkan juga terbuka untuk aksi korporasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×