Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan raksasa multinasional di industri air minum dalam kemasan (AMDK) dan susu nutrisi, Danone, mengungkapkan sejumlah tantangan dalam mengembangkan bisnis di Indonesia.
Presiden Asia-Pasifik (APAC) Danone Bruno Chevot menjelaskan, hingga saat ini Indonesia menjadi pasar kelima terbesar secara global bagi Danone.
"Sedangkan di Asia Pasifik, Indonesia merupakan pasar terbesar kedua setelah China," ujarnya kepada Kontan, dalam temu media di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Baca Juga: Harga Telur Terus Turun, Kementan Minta BUMN dan Koperasi Serap Hasil Peternak
Posisi tersebut dinilai menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar strategis bagi bisnis produsen Aqua, Mizone, SGM, hingga Bebelac ini. Terlebih dari sisi ketenagakerjaan, Bruno menyebut perusahaan saat ini memiliki hingga 11.000 karyawan di Indonesia.
Dia mengatakan bahwa posisi Indonesia juga tak hanya penting dari sisi bisnis, tetapi sejumlah inovasi yang dikembangkan di Indonesia turut memiliki relevansi untuk diterapkan di pasar Danone yang lainnya.
Namun begitu, Bruno bilang terdapat sejumlah tantangan yang masih dihadapi perusahaan dalam memperkuat fokus bisnis di Indonesia.
Di antaranya, kondisi ekonomi global yang turut memengaruhi ekonomi Indonesia, akses terhadap bahan baku dan plastik, pengelolaan rantai pasok yang kompleks, hingga fluktuasi nilai tukar rupiah.
"Semua itu adalah tantangan bisnis. Tapi semuanya adalah tantangan jangka pendek dan dapat dikelola," ujar Bruno.
Untuk itu, lanjutnya, perusahaan akan tetap berfokus mengelola model bisnis dan memaksimalkan nilai yang diberikan kepada konsumen untuk menjaga keberlanjutan bisnis.
Dus, Bruno optimistis Danone tetap memiliki prospek bisnis yang positif di Indonesia dalam jangka panjang.
"Kami yakin dapat terus memberikan nilai terbaik dan menawarkan produk yang telah diuji berbasis sains kepada konsumen," tandasnya.
Baca Juga: Ofero Luncurkan Motor Listrik Carria 1, Bidik UMKM hingga Bisnis Logistik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














