kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Defisit perdagangan akibat besarnya impor minyak


Selasa, 27 Agustus 2013 / 13:46 WIB
ILUSTRASI. Bursa Selasa (5/4) Akan Dibuka, Ini Pilihan Saham BUMN Harga Murah untuk Dilirik


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Defisit neraca perdagangan Indonesia terbanyak disebabkan oleh tingginya importasi minyak Indonesia. Akibatnya, defisit perdagangan migas menjadi penyumbang terbesar defisit neraca perdagangan Indonesia.

Pernyataan ini dikemukakan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan saat dijumpai KONTAN di Hotel Gran Melia Jakarta, Selasa (27/8).

Menurut Gita, merujuk pada neraca perdagangan semester I tahun 2013, total volume perdagangan Indonesia (ekspor dan impor) mencapai US$ 190 miliar. "Kalau kita kupas lebih dalam, telah terjadi defisit neraca perdagangan sebesar US$ 3,3 miliar," jelas Gita.

Gita menjelaskan, defisit neraca perdagangan sebesar US$ 3,3 miliar itu disumbang oleh besarnya defisit perdagangan migas Indonesia yang mencapai US$ 5,8 miliar.

Sementara di sisi lain, perdagangan sektor nonmigas hanya mengalami surplus US$ 2,5 miliar. "Defisit migas menjadi begitu tinggi, akibat importasi minyak kita yang besar sekali," kata Gita.

Dia bilang, dalam enam bulan pertama tahun ini, impor minyak Indonesia sudah mencapai US$ 22 Miliar. "Ini disebabkan semakin meningkatnya aktivitas ekonomi yang membutuhkan konsumsi bahan bakar semakin tinggi," ungkap Gita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×