kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.063   63,00   0,35%
  • IDX 5.734   -206,81   -3,48%
  • KOMPAS100 757   -28,35   -3,61%
  • LQ45 570   -18,92   -3,21%
  • ISSI 199   -6,89   -3,34%
  • IDX30 323   -10,54   -3,16%
  • IDXHIDIV20 402   -10,51   -2,55%
  • IDX80 86   -3,16   -3,56%
  • IDXV30 110   -3,44   -3,03%
  • IDXQ30 105   -3,15   -2,92%

Dekarindo: Pemerintah telah sepakat turunkan PPN


Minggu, 19 November 2017 / 14:38 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) telah bertemu pihak Kementerian Keuangan (Kemkeu) untuk membahas penurunan Pajak Penambahan Nilai (PPN) bagi komoditas pertanian akhir Oktober lalu.

"Kami telah komunikasi dengan pihak Kemkeu pada akhir bulan lalu dan bersepakat akan menurunkan PPN menjadi 1%," ujar Ketua Umum Dekarindo, Azis Pane kepada KONTAN, Minggu (19/11).

Azis bilang tingginya PPN membuat perantara menekan petani. Hal itu membuat petani tidak merasakan kenaikan harga dari komoditas karet.

Berdasarkan penjelasan Azis, harga karet di tingkat petani hanya sebesar Rp 8.000 per kilogram (kg). Sementara harga karet dunia sedang mencapai angka US$ 1,92 per kg. "Bila harga dunia mencapai US$ 2 baru karet petani dihargai Rp 10.000 per kg," terang Azis.

Penurunan PPN bagi komoditas pertanian dianggap dapat menaikan harga beli di tingkat petani. Azis bilang bila PPN hanya 1% maka tidak mungkin terjadi margin lebih dari Rp 10.000 antara harga petani dengan harga global.

Kenaikan harga tersebut diakui dapat meningkatkan produktivitas petani. Harga beli yang tinggi diakui dapat membuat petani lebih semangat memproduksi karet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×