kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Dengan Bright Gas, Pertamina hemat Rp 3 miliar


Kamis, 25 Agustus 2016 / 20:57 WIB


Sumber: Antara | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Pertamina (Persero) mengklaim bisa melakukan penghematan subsidi gas elpiji 3 kilogram sekitar Rp 3 miliar hingga akhir tahun ini melalui penjualan elpiji Bright Gas 5,5 kilogram.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang memperkirakan, konsumsi Bright Gas akan terus meningkat hingga paruh kedua tahun ini. Ini lantaran permintaan tabung gas berwarna merah muda itu terus meningkat sehingga mulai banyak industri yang berminat untuk memproduksi tabung gas tersebut.

"Sebelumnya ada kendala, di mana tidak ada pabrik yang mau buat tabung gasnya. Tapi karena permintaan tinggi, sekarang banyak industri yang mau. Jadi sepertinya kami bisa siapkan 1 juta tabung September ini," jelasnya dalam paparan kinerja di Jakarta, Kamis (25/8).

Bambang menuturkan, dengan mendorong pertumbuhan Bright Gas, diharapkan kuota subsidi elpiji tabung 3 kg bisa ditekan.

"Kuota subsidi 2016 itu sekitar 6,4 juta kilogram, bisa (turun) sekitar 6 jutaan kilogram karena digeser ke tabung gas 5,5 kg. Jadi subsidinya berkurang," katanya.

Adapun dalam hitungan nilai, Bambang mengatakan, meski fluktuatif, berdasarkan harga CP Aramco, ia memperkirakan besaran subsidi elpiji per kilogram mencapai Rp 5.000.

Dengan target penjualan Bright Gas sebanyak 600.000 kilogram hingga akhir tahun ini, maka diperkirakan anggaran subsidi bisa dihemat sekitar Rp 3 miliar. (Ade Irma Junida)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×