Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Hendra Gunawan
PADANG. Departemen Store Matahari bakal menghentikan operasionalnya di kota Padang untuk jangka 3 bulan ke depan. "Kemungkinan operasional baru bisa di tahun depan," kata Roy. N Mandey, Juru Bicara PT Matahari Putra Prima Tbk kepada KONTAN.
Roy bilang, gempa yang melanda kota Padang mengakibatkan bangunan departemen store Matahari rusak berat. Walaupun tidak roboh, kondisi bangunan tidak lagi layak untuk dihuni. "Saat ini, kami fokus untuk mengevakuasi produk kami yang masih terjebak di dalam gedung," jelas Roy.
Selain Matahari, terdapat pula Food Mart yang terjebak dalam reruntuhan tersebut. Menurut Roy, dampak gempa membuat dua unit bisnis PT Matahari Putra Prima merugi. Namun, Roy belum bisa menghitung kerugian yang mereka alami. Namun Matahari dipastikan menderita kerugian dengan kehilangan omzet pasca department store berhenti beroperasi.
Roy menjelaskan, satu departemen store memiliki nilai investasi mencapai Rp. 15 miliar. Nilai investasi itu digunakan untuk produk, sewa tempat hingga operasional. Meski begitu, Matahari tak akan menghentikan investasi di kota tersebut.
"Kami tidak akan menutup gerai yang di Padang. Cuma dengan kondisi sekarang, kami mungkin buka tahun depan," kata Roy.
Pusat perbelanjaan yang juga menjadi korban gempa adalah Plaza Andalas. Bahkan kerusakannya lebih parah dibanding departemen store milik Matahari. Di Plaza Andalas terdapat gerai milik Ramayana dan puluhan pedagang fashion, elektronik, makanan dan juga furniture.
Gubernur Sumatera Barat, Gamawan Fauzi mengaku belum bisa menghitung kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa yang terjadi Rabu pekan lalu. Meski aktivitas ekonomi terhenti, Departemen Perdagangan memastikan kebutuhan pokok masih terjamin. "Saat ini, ketersediaan bahan pokok aman, dan itu yang dibutuhkan," jelas Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Subagyo saat berkunjung ke Padang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













