Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) optimistis tren pertumbuhan kinerja akan berlanjut pada kuartal II 2026 hingga akhir tahun.
Perusahaan sendiri menargetkan perolehan penjualan sebesar Rp 695 miliar pada 2026 atau tumbuh sekitar 6% secara tahunan (yoy). Sementara untuk laba bersih diharapkan lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Direktur Utama Dharma Samudera Fishing Ewijaya menyampaikan bahwa optimisme tersebut didukung oleh berbagai strategi yang telah disiapkan sepanjang tahun ini serta kemampuan perusahaan beradaptasi terhadap dinamika pasar.
"Perseroan optimis bahwa tren pertumbuhan akan terus berlanjut pada kuartal kedua 2026, dan tentunya Perseroan berharap tren tersebut dapat berlanjut hingga akhir tahun di tengah segala ketidakpastian akibat konflik geopolitik yang berkepanjangan hingga saat ini," ungkap Ewijaya, kepada Kontan.co.id, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: AirAsia Percepat Pemulihan Kapasitas, Target Operasi Penuh Agustus 2026
Jika diperinci, penjualan DSFI tercatat sebesar Rp 182,99 miliar pada kuartal I-2026, angka ini naik 16,16% dibandingkan Rp 157,53 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga ikut terkerek 20,24% menjadi Rp 4,34 miliar.
Kenaikan penjualan pada periode ini didorong oleh kenaikan volume penjualan ekspor serta kenaikan rata-rata harga jual, seiring dengan strategi DSFI untuk lebih berfokus pada produk-produk yang benilai lebih tinggi.
Dalam menghadapi sisa tahun 2026, perusahaan akan tetap sigap dan adaptif menghadapi berbagai perubahan faktor internal maupun eksternal.
Dari sisi pasar, DSFI masih mengandalkan ekspor sebagai penopang utama bisnis. Perusahaan telah menjangkau lebih dari 20 negara di lima benua, dengan Amerika Serikat menjadi pasar terbesar yang menyumbang sekitar 84% dari total ekspor pada kuartal I 2026.
Meski demikian, DSFI juga terus melakukan diversifikasi pasar untuk mengurangi ketergantungan pada negara tertentu.
"DSFI senantiasa berupaya untuk diversifikasi pasar ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada negara tertentu,” katanya.
Ewijaya mengatakan, prospek industri perikanan dan pengolahan seafood pada 2026 masih positif seiring meningkatnya permintaan global terhadap produk seafood berkualitas.
Namun, perusahaan tetap mewaspadai risiko eksternal, termasuk konflik geopolitik dan ketidakpastian perdagangan global yang masih berlangsung.
“Di tengah konflik geopolitik dan perdagangan global yang berkepanjangan ini, Perseroan tetap harus bersikap waspada dan penuh kehati-hatian dalam pengambilan keputusan dan senantiasa menjaga arus kas untuk kelangsungan usaha,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













