kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.980   -33,00   -0,18%
  • IDX 5.886   141,46   2,46%
  • KOMPAS100 767   22,82   3,07%
  • LQ45 582   16,21   2,87%
  • ISSI 204   4,66   2,34%
  • IDX30 329   8,57   2,67%
  • IDXHIDIV20 405   10,19   2,58%
  • IDX80 87   2,36   2,78%
  • IDXV30 110   2,44   2,28%
  • IDXQ30 106   2,85   2,77%

Di semester I, 26 kapal asing operasi di Indonesia


Selasa, 22 Oktober 2013 / 17:27 WIB
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat di level 7.007 pada penutupan Rabu (15/6) atak turun 41 poin dari penutupan sehari sebelumnya.


Reporter: Emma Ratna Fury | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Selama enam bulan pertama 2013, sebanyak 26 Kapal berbendera asing beroperasi di perairan Indonesia untuk mengerjakan 16 proyek konstruksi lepas pantai (offshore). Demikian data itu diungkapkan Indonesia National Shipowners Association (INSA).

Ke-26 kapal itu terdiri dari sembilan kapal jenis Pipe Laying Barge, tujuh kapal jenis Subsea Umbilical Riser Flexible Vessel (SURF), dan kapal jenis Derrick Crane/ACC dan Cable Laying Barge masing-masing lima unit.

Darmansyah Tanamas, Wakil Ketua Umum DPP INSA mengatakan, kapal-kapal berbendera asing tersebut beroperasi untuk kegiatan konstruksi lepas pantai. Menurut dia, kapal ini akan beroperasi hingga akhir tahun 2013.

“Tetapi setelah Desember 2013, dispensasi penggunaan bendera luar negeri atas kapal konstruksi lepas pantai dicabut,” kata Darmansyah melalui rilis yang diterima KONTAN Selasa (22/10).

Dia menjelaskan, kapal-kapal yang masih mendapatkan dispensasi berbendera asing tersebut yaitu jenis derrick/crane, pipe/cable/subsea umbilical riser flexible (SURF) laying barge/vessel, diving support vessel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×