kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Di Tengah Lesunya Daya Beli, Segmen Hunian Menengah Masih Prospektif


Senin, 11 Mei 2026 / 21:27 WIB
Di Tengah Lesunya Daya Beli, Segmen Hunian Menengah Masih Prospektif
ILUSTRASI. Serpong Jaya menghadirkqn kawasan hunian premium berkonsep (DOK /Serpong Jaya)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah tantangan industri properti yang masih dibayangi lesunya daya beli masyarakat dan tingginya suku bunga kredit, segmen hunian menengah di kawasan penyangga Jakarta masih memiliki prospek.

Kebutuhan masyarakat urban terhadap hunian yang terintegrasi dengan fasilitas dan akses transportasi menjadi salah satu penopang permintaan di pasar residensial.

Melihat peluang tersebut, kawasan hunian Serpong Jaya di Serpong Selatan kembali menambahn tiga cluster baru. Kawasan yang dikembangkan PT Primainti Permata, anak usaha PT Jaya Real Property Tbk, itu menyasar kebutuhan hunian masyarakat urban dengan konsep kawasan hijau dan terintegrasi.

Pengembangan terbaru tersebut melanjutkan pembangunan 11 cluster sebelumnya yang telah lebih dulu dipasarkan. Tiga cluster baru yitu menyasar segmen pasar yang berbeda. Mulai dari keluarga muda hingga pembeli rumah upgrade.

Pimpinan Unit Perumahan Serpong Jaya, Suhardiman mengatakan, perubahan gaya hidup masyarakat mendorong kebutuhan hunian yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tapi juga mendukung produktivitas dan kenyamanan penghuni.

“Hunian saat ini tidak hanya dilihat sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang hidup yang mampu mendukung kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas penghuni,” ujar Suhardiman, dalam keterangannya, Minggu (10/5).

Baca Juga: ASEAN Ingin Punya Hub Penyimpanan Minyak, Bahlil Tawarkan Bangun di Indonesia

Harga ketiga cluster tersebut mulai dari Rp 700 jutaan hingga Rp 1,1 miliar. Pengembang juga menawarkan sejumlah skema pembayaran dan insentif pembelian untuk mendorong penjualan.

Menurut Suhardiman, pengembangan cluster baru tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga pertumbuhan proyek residensial di tengah kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Di tengah persaingan proyek residensial di wilayah Tangerang Raya, pengembang menilai konsep kawasan terintegrasi dan ketersediaan fasilitas menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik pasar hunian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×